TintaOtentik.co – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia akhirnya angkat bicara di tengah derasnya isu penangkapan sejumlah perwira tinggi dan menengah yang santer dikaitkan dengan dugaan kasus penyadapan terhadap Presiden.
Di waktu yang hampir bersamaan, langkah konsolidasi internal ditempuh lewat penerbitan Surat Telegram mutasi jabatan secara masif.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa institusinya saat ini masih melakukan penelusuran serta pengecekan secara komprehensif terkait kebenaran informasi penangkapan perwira tersebut yang belakangan viral di ruang publik.
“Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu,” ujar Isir singkat saat memberikan keterangan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Sebelumnya, kabar yang beredar di kalangan internal menyebutkan bahwa sejumlah perwira sempat diamankan dan dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Isu yang berkembang di lapangan turut menyeret spekulasi inisial nama-nama perwira, mulai dari jenderal bintang empat berinisial L, dua jenderal bintang dua berinisial A dan E, hingga perwira menengah berpangkat kombes berinisial F.
Kendati demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari petinggi Mabes Polri yang mengonfirmasi keterkaitan langsung inisial-inisial tersebut dengan dugaan tindak pidana penyadapan.
Meski isu penangkapan masih bergulir dalam tahap verifikasi internal, gerbong mutasi di tubuh Polri bergerak cepat.
Melalui Surat Telegram (ST) Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026 yang ditandatangani oleh Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Deni Dharmapala, tercatat ada 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) yang resmi dirotasi jabatannya.
Sejumlah nama perwira yang sempat disorot dalam pusaran isu turut tercantum dalam daftar mutasi tersebut, di antaranya:
- Irjen Pol Laksana, yang sebelumnya menjabat Waastamaops Kapolri, kini diangkat dalam jabatan baru sebagai Dosen Kepolisian Utama Tk. I Akpol Lemdiklat Polri.
- Brigjen Pol Auliansyah Lubis, dari posisi lama Karobinops Tamaops Polri, digeser menempati posisi Waastamaops Kapolri.
- Brigjen Pol Edy Suranta Sitepu, yang sebelumnya menjabat Karokorwas PPNS Bareskrim Polri, dirotasi menjadi Dosen Kepolisian Utama Tk. II STIK Lemdiklat Polri.
- Kombes Pol Ferdy Irawan, yang sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidsiber Bareskrim Polri, kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri.
Langkah mutasi massal ini kini tengah menjadi sorotan publik di tengah upaya institusi kepolisian menjaga stabilitas internal dan merespons dinamika informasi yang berkembang luas.
