Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Ekonomi Dikritik Media Asing, Purbaya: Indonesia Jauh Lebih Sehat dari Eropa

    22 May 2026 No Comments

    Revisi UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR, Fokus Garap Poin Aturan Turunan Nasional

    22 May 2026 No Comments

    Lewat Diplomasi Senyap, Kemenlu Sukses Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

    22 May 2026 No Comments

    36 Koperasi Merah Putih di Tangsel Sudah Beroperasi, Pemkot Kejar Gerai Permanen

    22 May 2026 No Comments

    Target WiFi Gratis Tangsel Tembus 100 Persen, Diskominfo Tegaskan Bebas Pungli

    22 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: Dok/ist.)

Ekonomi Dikritik Media Asing, Purbaya: Indonesia Jauh Lebih Sehat dari Eropa

0
By Sulis on 22 May 2026 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

Tintaotentik.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons menohok kepada majalah internasional The Economist mengenai arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Purbaya menjamin bahwa kondisi finansial negara masih berada dalam batas aman dan terkendali.

Saat ditemui di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (18/5/2026), Purbaya menegaskan bahwa defisit anggaran Indonesia berhasil ditekan di bawah ambang batas aman 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kan fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3 persen PDB, tahun lalu bukan 2,9 lho, 2,8 dari PDB defisitnya. jadi gak ada masalah,” ujar Purbaya.

Bandingkan Finansial RI dengan Krisis di Eropa

Purbaya menilai kritik yang diberikan oleh media asing tersebut kurang objektif. Menurutnya, performa pengelolaan keuangan Indonesia justru layak mendapatkan apresiasi jika disandingkan dengan kondisi global, khususnya negara-negara di kawasan Eropa yang saat ini tengah dibayangi defisit dan tumpukan utang yang jauh lebih besar.

Ia meminta pihak luar untuk melihat gambaran yang lebih luas sebelum menghakimi kebijakan domestik.

“Sekarang pun kita itung defisitnya berapa? jadi kalau the economist mandang kebijakan fiskal kita berantakan, coba lihat deh negara-negara di eropa berapa defisitnya? Utangnya berapa? itu mendekati 100 persen semua utangnya, kita masih mendekati 40 persen, harusnya dia memuji kita,” tambah Purbaya.

Poin-Poin Instabilitas yang Disoroti The Economist

Sebelumnya, The Economist menerbitkan ulasan yang memperingatkan adanya risiko guncangan fiskal akibat dua agenda besar pemerintahan saat ini, yaitu program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta rencana pendirian 80 ribu koperasi desa.

Kedua proyek ini diprediksi akan menyedot dana hingga 10 persen dari total belanja negara.
Media tersebut menganalisis bahwa tekanan anggaran ini kian diperparah oleh krisis energi global yang dipicu ketegangan geopolitik, salah satunya melibatkan Iran.

Situasi ini dinilai memicu dilema politik yang rumit bagi pemerintah, di mana mereka dihadapkan pada tiga opsi berat:


1. Menunda atau memangkas skala program prioritas yang berisiko menggerus citra politik pemerintah.

2. Mengurangi subsidi bahan bakar yang berpotensi memicu gelombang protes masyarakat akibat kenaikan harga.

3. Melampaui ketentuan hukum pembatasan defisit anggaran sebesar 3 persen dari PDB.

The Economist memproyeksikan opsi ketiga sebagai langkah yang paling mungkin diambil, meskipun berisiko meningkatkan beban bunga utang.

Selain itu, laporan tersebut mengeklaim adanya sentimen negatif dari pasar keuangan, yang ditandai dengan penurunan nilai rupiah hingga 11 persen terhadap dolar AS serta penarikan modal asing (capital outflow) yang diperkirakan mencapai 6 miliar dolar AS.

Media asing ini juga menyarankan agar program pembagian makanan gratis dievaluasi ulang agar menyasar kelompok yang lebih spesifik, seperti ibu hamil dan balita dari kalangan rentan, guna mengoptimalkan penanganan masalah stunting.

Anggaran Makan Siang Gratis Batas Defisit 3 Persen Berita Finansial Terbaru Capital Outflow Indonesia Defisit Anggaran APBN Defisit PDB Indonesia Ekonomi Indonesia 2026 Kabar Ekonomi Nasional Kebijakan Fiskal Indonesia Kemenkeu RI Koperasi Desa Prabowo Krisis Energi Global Krisis Fiskal Eropa vs Indonesia Makan bergizi gratis Media Asing Kritik Indonesia menkeu purbaya Menteri Keuangan Indonesia Opini Publik Ekonomi pemerintahan prabowo Presiden Prabowo Subianto Program Unggulan Prabowo purbaya yudhi sadewa rupiah melemah Solusi Stunting Indonesia Subsidi Energi Bengkak The Economist Tinta Otentik Utang Luar Negeri Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRevisi UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR, Fokus Garap Poin Aturan Turunan Nasional
Sulis

Related Posts

Revisi UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR, Fokus Garap Poin Aturan Turunan Nasional

22 May 2026

Lewat Diplomasi Senyap, Kemenlu Sukses Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

22 May 2026

36 Koperasi Merah Putih di Tangsel Sudah Beroperasi, Pemkot Kejar Gerai Permanen

22 May 2026

Polemik Soal Jabatan Sekda Tangsel, BKPSDM Klaim Sesuai Tahapan

21 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Ekonomi Dikritik Media Asing, Purbaya: Indonesia Jauh Lebih Sehat dari Eropa

By Sulis22 May 20260

Tintaotentik.co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons menohok kepada majalah internasional The Economist…

 

 

 

Revisi UU Polri Jadi Usul Inisiatif DPR, Fokus Garap Poin Aturan Turunan Nasional

22 May 2026

Lewat Diplomasi Senyap, Kemenlu Sukses Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

22 May 2026

36 Koperasi Merah Putih di Tangsel Sudah Beroperasi, Pemkot Kejar Gerai Permanen

22 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.