Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Lakukan Produksi Ilegal, Kejagung Sita Rp401 Miliar Kasus Korupsi Nikel

    31 August 2026 No Comments

    Danantara Bakal Setor Dividen Rp120 Triliun untuk Negara, Purbaya: Kita Tunggu

    31 August 2026 No Comments

    Indonesia Tegaskan Masih Bisa Tanpa Pinjaman IMF

    31 August 2026 No Comments

    Begini Tata Cara Pengajuan Bedah Rumah di Kota Tangsel

    31 August 2026 No Comments

    Jaga Kesehatan Mental, Pemkot Tangsel Ajak Remaja Tangsel Bijak Teknologi

    31 August 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Komisi XI DPR Jelaskan Rupiah Melemah Atas Kebijakan Ekonomi Amerika Bukan Penggeledahan BI

Komisi XI DPR Jelaskan Rupiah Melemah Atas Kebijakan Ekonomi Amerika Bukan Penggeledahan BI

0
By Irfan Kurniawan on 20 December 2024 Ekonomi

TintaOtentik.co – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak disebabkan oleh penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Kantor Pusat Bank Indonesia. 

Menurutnya, pelemahan rupiah sepenuhnya merupakan akibat dari faktor teknikal di pasar, sebagai respons terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat dan kemenangan Donald Trump.

“Tidak ada hubungan penggeledahan BI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dengan melemahnya rupiah terhadap dolar AS yang saat ini sedang berjalan,” tutur Misbakhun, (19/12/24). 

Misbakhun menjelaskan bahwa penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah saat ini sepenuhnya dipengaruhi oleh kebijakan fiskal dan moneter yang telah diambil sebelumnya. 

Selain itu, penurunan inflasi di Amerika Serikat, yang dipicu oleh meningkatnya kepercayaan pasar setelah terpilihnya Donald Trump, turut memberikan sentimen negatif yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah. 

Oleh karena itu, Misbakhun meminta Bank Indonesia untuk fokus dalam menerapkan langkah-langkah kebijakan operasi moneter yang konstruktif agar nilai tukar rupiah dapat kembali menguat terhadap dolar AS.

“Terkait dengan penggeledahan KPK di kantor Bank Indonesia itu adalah prosedur dari proses hukum yang harus dihormati dalam rangka penegakan hukum atas kasus yang sedang didalami oleh KPK,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan bahwa salah satu ruangan yang diselidiki oleh penyidik dalam penggeledahan di Kantor Pusat Bank Indonesia adalah ruangan milik Gubernur BI, Perry Warjiyo.

“Di sana ada beberapa ruangan yang kita geledah, di antaranya adalah ruangan Gubernur BI,” kata Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Rudi Setiawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (17/12).

Rudi menjelaskan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan terkait dugaan korupsi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Indonesia. Namun, ia tidak memberikan keterangan rinci mengenai temuan penyidik di ruangan Perry Warjiyo.

berita ekonomi dpr dpr ri Ekonomi Ekonomi Indonesia komisi xi dpr rupiah melemah
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleWorkshop PAN Dihadiri Ribuan Kader, Zulhas Tekankan Swasembada Pangan
Next Article Pertimbangkan Maafkan Koruptor, Prabowo: Kembalikan Dulu Uang Hasil Korupsi
Irfan Kurniawan

Related Posts

Danantara Bakal Setor Dividen Rp120 Triliun untuk Negara, Purbaya: Kita Tunggu

31 August 2026

Indonesia Tegaskan Masih Bisa Tanpa Pinjaman IMF

31 August 2026

Rumah Mulai dari Rp120 Juta DP 1% Hadir di Danantara Housing Expo 2026!

29 August 2026

Saring Penerima MBG, BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite Termasuk JIS dan Cikal

28 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Lakukan Produksi Ilegal, Kejagung Sita Rp401 Miliar Kasus Korupsi Nikel

By tintaotentik.co31 August 20260

TintaOtentik.Co – Kejaksaan Agung (Kejagung) memamerkan tumpukan uang tunai dengan jumlah total Rp 401 miliar.…

 

Danantara Bakal Setor Dividen Rp120 Triliun untuk Negara, Purbaya: Kita Tunggu

31 August 2026

Indonesia Tegaskan Masih Bisa Tanpa Pinjaman IMF

31 August 2026

Begini Tata Cara Pengajuan Bedah Rumah di Kota Tangsel

31 August 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.