Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Mendagri Larang Pemda Asal Minta Anggaran: Efisiensi Sebelum Top-Up DAU Rp14 Triliun

    6 August 2026 No Comments

    Usulan Pemkot, DPRD Tangsel Nyatakan Raperda Perparkiran di Hold dan Perubahan PT PITS Ditunda

    6 August 2026 No Comments

    Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II-2026, Angka Kemiskinan Menyusut

    6 August 2026 No Comments

    Atasi Krisis Kas Daerah, Pemerintah Siapkan Suntikan Rp20,5 Triliun untuk 490 Pemda

    6 August 2026 No Comments

    Apresiasi Polres Tangsel Ungkap 46 Juta Obat Ilegal, Anggota DPRD Tangsel: Mari Perangi Narkoba

    5 August 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Laporan APBN 2026: Pendapatan Negara Naik 10%, Belanja Prioritas On-Track
Laporan APBN 2026: Pendapatan Negara Naik 10%, Belanja Prioritas On-Track (FOTO: Dok/Istimewa)

Laporan APBN 2026: Pendapatan Negara Naik 10%, Belanja Prioritas On-Track

0
By tintaotentik.co on 6 May 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan rapor positif kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga pengujung Maret 2026.

Dalam keterangannya, Menkeu menyebutkan bahwa instrumen keuangan negara ini terus bergerak ekspansif, yang ditandai dengan pertumbuhan pendapatan negara sebesar 10 persen secara tahunan.

Hingga 31 Maret 2026, total pendapatan negara tercatat mencapai Rp574,9 triliun. Lonjakan ini dipicu oleh performa penerimaan pajak yang tumbuh perkasa di angka 20,7 persen.

“Hingga Maret, APBN tumbuh cukup ekspansif. Kalau anda lihat yang 2026, pendapatan negara tumbuhnya 10 persen,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta.

Purbaya menjelaskan bahwa moncernya penerimaan pajak merupakan buah dari pulihnya aktivitas ekonomi nasional serta stabilnya harga komoditas global.

Namun, salah satu faktor kunci yang disoroti adalah keberhasilan implementasi sistem administrasi perpajakan digital atau Coretax System.

Meskipun sistem tersebut masih dalam tahap penyempurnaan, dampaknya terhadap efisiensi dan optimalisasi setoran pajak sudah terlihat nyata di lapangan.

“Coretax ini menunjukkan bahwa walaupun ada kelemahan sana sini dan sudah kita perbaiki dan sekarang cukup baik, ke depan kita perbaiki terus. Tapi dampaknya ke pendapatan clear, positif sekali. Jadi program yang sekarang akan kita perbaiki dan kita perkuat terus supaya kelemahannya semakin berkurang,” tegas Menkeu.

Selain sektor pajak, kontribusi pendapatan juga datang dari penerimaan kepabeanan dan cukai yang terealisasi sebesar Rp67,9 triliun.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di luar dividen BUMN mencatatkan angka Rp112,1 triliun, atau tumbuh sekitar 7 persen.

Dari sisi pengeluaran, realisasi belanja negara mencapai Rp815 triliun, melonjak 31,4 persen. Pertumbuhan signifikan terjadi pada belanja pemerintah pusat yang terealisasi sebesar Rp610,3 triliun.

Lonjakan ini dipengaruhi oleh pelaksanaan program-program prioritas nasional serta penyaluran bantuan sosial.

Beberapa poin utama belanja pemerintah meliputi:

  1. Implementasi program Makan Bergizi Gratis.
  2. Penyaluran bantuan sosial (Bansos) secara masif.
  3. Pembayaran subsidi dan kompensasi energi (BBM dan listrik) serta dana pensiun.

Pemerintah juga mengakselerasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp204,8 triliun, termasuk dukungan khusus berupa tambahan alokasi bagi wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam di Sumatera.

Terkait kondisi fiskal, Purbaya memastikan posisi defisit saat ini masih dalam batas aman dan dikelola secara efisien dengan tetap memperhatikan dinamika pasar keuangan global.

Ia berkomitmen untuk menjaga disiplin fiskal agar tidak melampaui batas yang telah ditetapkan undang-undang.

“Yang jelas sepanjang tahun (defisit) akan kita kendalikan di bawah 3 persen sesuai dengan desain APBN-nya,” pungkas Purbaya.

Laporan: Tim

APBN 2026 Belanja Negara coretax system Defisit APBN Ekonomi Indonesia 2026 Kemenkeu Laporan APBN 2026 kementerian keuangan Laporan APBN Pendapatan Negara Naik 10% Makan bergizi gratis Menkeu Laporan APBN 2026 Menkeu Laporan APBN Pendapatan Negara Naik 10% Pendapatan Negara Purbaya Laporan APBN 2026 Realisasi Pajak Subsidi Energi TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRKUD Tangsel ke Bank Banten, Gerindra-PKS: Ideal dan Rasional
Next Article 6 Mandat Reformasi Polri Diserahkan ke Prabowo, Jabatan Luar Institusi Dibatasi
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Mendagri Larang Pemda Asal Minta Anggaran: Efisiensi Sebelum Top-Up DAU Rp14 Triliun

6 August 2026

Usulan Pemkot, DPRD Tangsel Nyatakan Raperda Perparkiran di Hold dan Perubahan PT PITS Ditunda

6 August 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II-2026, Angka Kemiskinan Menyusut

6 August 2026

Atasi Krisis Kas Daerah, Pemerintah Siapkan Suntikan Rp20,5 Triliun untuk 490 Pemda

6 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Mendagri Larang Pemda Asal Minta Anggaran: Efisiensi Sebelum Top-Up DAU Rp14 Triliun

By tintaotentik.co6 August 20260

TintaOtentik.co — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya mengalkulasi porsi bantuan fiskal bagi puluhan pemerintah daerah…

Usulan Pemkot, DPRD Tangsel Nyatakan Raperda Perparkiran di Hold dan Perubahan PT PITS Ditunda

6 August 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II-2026, Angka Kemiskinan Menyusut

6 August 2026

Atasi Krisis Kas Daerah, Pemerintah Siapkan Suntikan Rp20,5 Triliun untuk 490 Pemda

6 August 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.