Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Optimalkan Produk Dalam Negeri, Indonesia Bakal Stop Solar 2026 Termasuk SPBU Swasta

0
By Sulis on 21 December 2025 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Pemerintah berencana menyetop impor solar mulai 2026. Kebijakan ini tak hanya berlaku untuk Pertamina sebagai perusahaan pelat merah, tetapi juga berlaku untuk badan usaha SPBU swasta.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman mengatakan, penyetopan impor solar ini seiring mulai beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selain itu, didukung dengan akan diterapkannya mandatori B50, yakni pencampuran solar dengan 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati (FAME). Program ini akan mengurangi konsumsi bahan bakar solar.

Laode menekankan kebijakan penyetopan solar ini sesuai dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang ingin mengoptimalkan produksi solar dalam negeri.

“Jadi Bapak Menteri sudah menyampaikan bahwa tahun 2026 itu kita tidak lagi mengimpor solar,” ucapnya di Jakarta, Jumat (19/12/2025). Ia menekankan, penghentian impor berlaku pula untuk SPBU swasta.

Maka dari itu, Laode bilang, pengajuan impor solar oleh badan usaha swasta untuk 2026 akan dilakukan penyesuaian kembali.

Nantinya, kebutuhan solar SPBU swasta akan dipenuhi dari produksi kilang dalam negeri. “Yang dimaksud dengan penghentian impor itu termasuk swasta. Artinya, kita tidak impor lagi. Swasta kalau mau beli, silakan membeli produk dari kilang dalam negeri,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia akan menyetop impor solar mulai tahun depan. Hal itu disampaikannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/12/2025).

Menurut Bahlil dengan beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan maka akan menambah kapasitas produksi solar nasional sekitar 100.000 barrel per hari. Dengan tambahan tersebut, kebutuhan konsumsi solar dalam negeri dinilai dapat terpenuhi.

“Sekalipun belum kita dorong ke B50, itu kita sudah surplus untuk solar. Jadi mulai tahun depan Indonesia tidak lagi melakukan impor solar, karena antara konsumsi dan produksi kita sudah cukup,” ucapnya.

Ia menuturkan, jika proyek kilang tersebut dikombinasikan dengan penerapan B50, Indonesia berpotensi mengalami surplus solar sekitar 4 juta ton. Surplus itu direncanakan bakal dikonversi menjadi produk bahan bakar pesawat yakni avtur.

Laporan: Tim

Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman Impor Solar Indonesia Bakal Lakukan Penyetopan Solar Indonesia Bakal Stop Solar 2026 Termasuk SPBU Swasta Indonesia Mau Setop Solar 2026 Kementerian ESDM Solar SPBU Swasta TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleSampah Luar Daerah Disinyalir Masuk TPA Cipeucang Padahal Overload, Begini Kata Pemkot Tangsel
Next Article Menteri LH: Kalau Hingga Juni 2026 Tak Ada Penataan Konkret, TPA Cipeucang Bakal Ditutup!
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.