Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Hiruk Pikuk Masalah Pasar Kita, Komisi II DPRD Tangsel Desak Disperindag Benahi!

    14 October 2026 No Comments

    Pengembang Pasar Kita Bantah Disperindag Tangsel Soal Tak Miliki Amdal

    14 October 2026 No Comments

    Sampel Air Serpong Lagoon Positif E. Coli, Camat Setu Desak Pengembang Bertanggung Jawab!

    14 October 2026 No Comments

    Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Korporasi Tersangka Karhutla

    14 October 2026 No Comments

    Dapur MBG yang Abai Kembalikan Uang Negara, Disanksi Suspen Permanen

    14 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Optimisme OJK di Balik Fenomena ‘Kredit Nganggur’ Perbankan Senilai Rp 2.500 Triliun

Optimisme OJK di Balik Fenomena ‘Kredit Nganggur’ Perbankan Senilai Rp 2.500 Triliun

0
By Irfan Kurniawan on 22 December 2025 Ekonomi, Nasional

Tintaotentik.co – Sektor perbankan nasional tengah mencatatkan tumpukan fasilitas kredit yang belum ditarik oleh debitur (undisbursed loan) dalam jumlah yang cukup fantastis. Hingga November 2025, total dana yang masih “terparkir” ini menembus angka Rp 2.509,4 triliun. Meski angka tersebut terlihat statis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) justru melihatnya sebagai amunisi besar bagi ekspansi ekonomi di masa depan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa tingginya angka kredit menganggur ini mengindikasikan adanya ruang gerak yang luas bagi para pelaku usaha untuk melakukan tarik kredit guna ekspansi.

“Dengan adanya komitmen kredit/pembiayaan yang besar tersebut, terdapat potensi peningkatan realisasi kredit di masa mendatang,” ujar Dian.

Ia memproyeksikan, jika kepercayaan dunia usaha terus menguat, pencairan dana tersebut akan menjadi motor penggerak bagi sektor riil.

Secara tren, volume kredit yang belum terserap ini terus mendaki, dari Rp 2.372 triliun pada Agustus hingga melampaui Rp 2.500 triliun pada pengujung tahun.

OJK meyakini tren ini akan mulai melandai seiring dengan langkah perbankan dalam menyesuaikan strategi bisnis serta respons terhadap penurunan suku bunga pinjaman dan akselerasi belanja pemerintah.

Keyakinan ini diperkuat oleh data makroekonomi yang menunjukkan sinyal pemulihan. Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia pada November 2025 yang meroket ke level 53,50 serta Indeks Keyakinan Konsumen yang kokoh di angka 124,03 menjadi bukti bahwa aktivitas ekonomi kian bergairah.

Kondisi ini diprediksi akan memacu permintaan kredit dalam waktu dekat.
Dian menegaskan bahwa koordinasi lintas otoritas terus diperkuat melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“OJK secara aktif senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah dan stakeholders lainnya termasuk yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terkait berbagai kebijakan dalam rangka melakukan monitoring dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, turut menyoroti besarnya porsi dana yang belum terserap ini. Berdasarkan data BI, angka Rp 2.509,4 triliun tersebut mencakup 23,18% dari total plafon kredit yang tersedia di industri perbankan saat ini.

“Fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) pada November 2025 masih besar, yaitu mencapai Rp 2.509,4 triliun,” pungkas Perry.

bank indonesia berita ekonomi bi Dian Ediana Rae Ekonomi Indonesia Gubernur Bank Indonesia Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Indeks Manufaktur Indonesia Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae kredit Kredit Nganggur kreditur Manufaktur nasional OJK perbankan Perbankan Indonesia perry warjiyo PMI Sistem Keuangan Indonesia TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleSE Ditjen Migas: Restoran, Hotel, dan Usaha Laundry, Dilarang Pakai Gas 3 Kg
Next Article Sambut Nataru, Dishub Tangsel Perbaiki 6.050 Titik Lampu Jalan di 7 Kecamatan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Hiruk Pikuk Masalah Pasar Kita, Komisi II DPRD Tangsel Desak Disperindag Benahi!

14 October 2026

Pengembang Pasar Kita Bantah Disperindag Tangsel Soal Tak Miliki Amdal

14 October 2026

Sampel Air Serpong Lagoon Positif E. Coli, Camat Setu Desak Pengembang Bertanggung Jawab!

14 October 2026

Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Korporasi Tersangka Karhutla

14 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Hiruk Pikuk Masalah Pasar Kita, Komisi II DPRD Tangsel Desak Disperindag Benahi!

By tintaotentik.co14 October 20260

TintaOtentik.Co – Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota…

Pengembang Pasar Kita Bantah Disperindag Tangsel Soal Tak Miliki Amdal

14 October 2026

Sampel Air Serpong Lagoon Positif E. Coli, Camat Setu Desak Pengembang Bertanggung Jawab!

14 October 2026

Polri Tetapkan 223 Orang dan 9 Korporasi Tersangka Karhutla

14 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.