Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Harga BBM 18 April 2026: Pertalite dan Pertamax Stabil, Dex Series Alami Kenaikan

    18 April 2026 No Comments

    Kasatpol PP Tangsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Pembeking

    17 April 2026 No Comments

    Kadispora Tangsel Mukroni Siap Matangkan Gedung dan Musrenbang Pemuda

    17 April 2026 No Comments

    Kepala BPKAD Tangsel Hadi Bidik Optimalisasi Aset untuk Dongkrak PAD

    17 April 2026 No Comments

    IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

    17 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Gaya Hidup
TintaOtentik.co - Video Shorts Dapat Pengaruhi Akademik Anak

Orang Tua Harus Waspada, Akademik Anak Bisa Menurun Gara-Gara Video Shorts

0
By Irfan Kurniawan on 16 January 2025 Gaya Hidup

TintaOtentik.co – Kebiasaan anak-anak menonton video pendek seperti YouTube Shorts, Instagram Reels, dan TikTok mulai memengaruhi kehidupan mereka, termasuk dalam aspek akademik di sekolah. 

Survei Precise Advertiser Report: Kids (PARK) yang dilakukan Precise TV USA pada 2024 menemukan bahwa generasi Alpha yaitu anak-anak yang lahir antara tahun 2010 hingga 2024 menjadikan YouTube sebagai platform tontonan utama mereka. Rata-rata, anak berusia 2–12 tahun menghabiskan waktu 160 menit setiap hari untuk menonton YouTube.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua mengenai dampak kebiasaan tersebut terhadap proses belajar anak.

Psikolog pendidikan, Pratiwi Kusuma Wardhani, menyatakan bahwa kebiasaan menonton video pendek di media sosial dapat menurunkan performa akademik anak seiring waktu. 

“Tentu saja berpengaruh signifikan terhadap performa akademik mereka,” ucap Pratiwi, (16/1/2025). 

Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, penurunan ini terkait dengan hilangnya fokus pada anak yang terlalu sering menonton video pendek. 

Ia menjelaskan, anak-anak yang menonton video berdurasi rata-rata 30 menit per hari cenderung memiliki rentang fokus lebih rendah dibandingkan anak-anak yang tidak melakukannya. 

Menurutnya, kehilangan fokus tersebut akan mengganggu proses belajar di sekolah, membuat anak menjadi tidak produktif akibat kecanduan gawai. Ia menyarankan agar durasi menonton video pendek dibatasi maksimal 30 menit per hari. 

“Jika lebih dari itu, maka dikhawatirkan akan mengganggu proses akademiknya,” terangnya. 

Konsumsi video pendek yang berlebihan dapat menyebabkan lemahnya fokus, penurunan produktivitas, hingga kebingungan atau rasa tidak ingin melakukan aktivitas apapun.

Untuk mengatasi hal ini, Pratiwi menekankan pentingnya peran orang tua dalam membatasi penggunaan gawai di rumah.

“Orangtua perlu memberikan pengajaran preventif untuk meminimalisir penggunaan screen time berlebih pada anaknya,” ungkapnya. 

Ia juga memperingatkan bahwa screen time berlebih dapat mengubah pola hidup anak, seperti menurunnya disiplin, kurang sabar, dan buruknya manajemen waktu. Orang tua diharapkan memastikan kesesuaian durasi dan konten yang diakses anak serta mengarahkan mereka pada kegiatan literasi digital. 

“Mengambil seminar, baik daring maupun luring, yang berfokus pada literasi digital, juga penting untuk meningkatkan performa akademik sekaligus menjaga kesehatan mental anak,” sambungnya.

Selain orang tua, guru juga memiliki peran besar dalam mengarahkan penggunaan gawai secara positif. Guru dapat mengintegrasikan video pendek dalam pembelajaran, misalnya melalui tantangan kreatif yang relevan dengan materi sekolah. 

“Pendidik harus mengatur siswa menggunakan video pendek secara profesional, termasuk memantau screen time mereka,” tukas Pratiwi.

berita gaya hidup Berita lifestyle generasi alpha pengaruh media terhadap anak pengarus sosmed terhadap anak TintaOtentik.Co video shorts video shorts dapat pengaruhi anak
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleDasco: Uji Coba Program MBG Gunakan Dana Pribadi Presiden Prabowo
Next Article Cukup Gunakan NOP PBB, Masyarakat Tangsel Dapat Langsung Bayar Pajak dan Mendapatkan Diskon
Irfan Kurniawan

Related Posts

Harga BBM 18 April 2026: Pertalite dan Pertamax Stabil, Dex Series Alami Kenaikan

18 April 2026

Kasatpol PP Tangsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Pembeking

17 April 2026

Kadispora Tangsel Mukroni Siap Matangkan Gedung dan Musrenbang Pemuda

17 April 2026

Kepala BPKAD Tangsel Hadi Bidik Optimalisasi Aset untuk Dongkrak PAD

17 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Harga BBM 18 April 2026: Pertalite dan Pertamax Stabil, Dex Series Alami Kenaikan

By tintaotentik.co18 April 20260

TintaOtentik.Co – Kabar terbaru datang bagi para pengguna kendaraan bermesin performa tinggi dan diesel modern.…

 

Kasatpol PP Tangsel Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Oknum Pembeking

17 April 2026

Kadispora Tangsel Mukroni Siap Matangkan Gedung dan Musrenbang Pemuda

17 April 2026

Kepala BPKAD Tangsel Hadi Bidik Optimalisasi Aset untuk Dongkrak PAD

17 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.