TintaOtentik.Co – Dinas SDA, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel mengakui kurang mengantisipasi dari pihak kontraktor perihal terjadi tanggul jebol di Pondok Kacang Prima Kecamatan Pondok Aren.
Demikian disampaikan Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel, Robby Cahyadi, kepada TintaOtentik.Co, Rabu, (5/11/2025).
Robby mengatakan kemarin yang di pondok kacang prima itu kerjaan kita pemasangan turap tanggul di bintaro gallery, pondok kacang prima sekitar disitu termasuk kali serua.
“Kejadian hari jumat itu sebetulnya bukan tanggul yang baru dibangun terus jebol, tapi memang dalam proses kontruksi pengerjaan. Jadi konstruksi pengerjaan, karna harus dikerjakan jadi tanggul lama ini harus dibongkar,” ujar Robby.
“Jadi memang tanggul lama ini di bangunnya tidak tahu dulu pasangan batu atau bata, kekuatannya tidak diketahui di bangun era Kabupaten Tangerang atau pengembang,” lanjut Robby.
Robby menjelaskan nah posisinya disambung-disambung, ini memang dalam tahapan pelaksanaan, jadi kita sudah meminta kontraktor agar membongkar tidak terlalu panjang.
“Sebab kita tahun kemarin pengalaman juga contohnya di taman mangu, kita bongkar pendek-pendek sebetulnya 6 meter pasang, 6 meter pasang,” kata Robby.
“Memang kemarin kesalahan kita dan di kontraktor ini kurang terantisipasi ujan ternyata areanya mencakup sampe bogor depok kesana. Jadi air yang datang debitnya cukup besar, kalo hujannya hanya di tangsel sepertinya kita sudah melakukan metode metode pengalihan kisdam,” akuinya.
Robby jelaskan, jadi kemarin tanggul yang jebol memang segmen yang sedang dibongkar dan persiapan akan di cor. Nah itu lah pakai penahan sementara.
Sambung Robby, jadi memang sedang dibongkar segmen ini pada saat mau mengecor keburu hujan yang lebat menurut keterangan BMKG. Jadi bukan tanggul yang sudah di bangun lalu jebol.
“Pengerjaan turap di Pondok Kacang Prima di anggarkan pada tahun anggaran 2025. Target rampungnya kalo secara kontrak si memang sampai Desember, hanya kita memang minta awalnya bisa diselesaikan pekerjaan sebelum Desember kepada kontraktor untuk menghindari hujan,” ungkap Robby.
Robby menyebutkan namun dilapangan banyak kendala-kendala sosial, masalah akses juga, kami aksesnya susah sekali. Kemudian masalah baru salah satunya sekarang kelangkaan material batu yaitu batu pecah. Kemudian terkait lahan-lahan yang sekitar situ dan sebagainya tapi kontrak sampai Desember.
“Secara pelaksanaan dan ketersediaan alat, pihak kita memakai metode pelaksanaan alat berat. Segala macem sudah dikerahkan, ada eskavator untuk pembongkaran dan lain sebagainya, pengecoran menggunakan beton butuh K350 itu dari pabrikasi semacam itu,” kata Robby kembali.
Ia menambahkan, namun memang disini ada yang tidak bisa diduga sekarang tuh faktor cuaca nih, faktor cuaca ini menurut BMKG memang akan berlangsung puncak nya di bulan November dan Desember ini.
“Kendati kemarin sebetulnya september sudah tidak terlalu, kemudian oktober juga agak lumayan deras intensitas ujan. Walaupun kami juga harus menyelesaikan, karna kalo tidak diganti konstruksi tanggulnya, kemungkinan jebolnya tinggi,” imbuhnya.
Robby menuturkan seperti pengalaman ditahun sebelumnya, ketika hujan sangat lebat beberapa tanggul lama mesti diperbaiki, jadi tanggul-tanggul lama yang sudah rapuh kita ganti, hanya saja dalam prosesnya membutuhkan tahapan, dimana tanggul lama harus dibongkar dulu.
“Sebenernya kalo lahannya cukup kita bikin tanggul dibelakangnya setelah selesai baru tanggul lama dibongkar itu lebih aman. Tapi kebanyakan lokasi tidak mempunyai lahan untuk pembuatan tanggul baru,” pungkasnya.
Laporan: iwan
