TintaOtentik.Co – Kepengurusan Karang Taruna Kota Tangerang Selatan masa bakti 2025–2030 resi dilantik yang kini dinahkodai oleh Wakil Wali Kota, Pilar Saga Ichsan. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Puspemkot Tangsel, Rabu (29/10).
Agenda pelantikan dihadiri oleh WaliKota Tangsel Benyamin Davnie, jajaran DPRD, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kepemudaan, sekaligus Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, Andika Hazrumy.
Andika menekankan pentingnya kemandirian organisasi kepemudaan. Ia mencontohkan model kerja sama antara Karang Taruna dengan dunia usaha melalui forum CSR yang telah dijalankan di beberapa kota di Banten.
“Selama sepuluh tahun terakhir kami tidak menggunakan dana hibah pemerintah, melainkan bermitra dengan sektor swasta. Pola ini terbukti efektif memperkuat program sosial tanpa bergantung pada APBD,” ujar Andika.
Ia pun berharap pengurus baru Karang Taruna Tangsel bisa meniru pola kolaboratif tersebut, agar program kepemudaan dapat berjalan lebih luas dan berdampak nyata.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Tangsel yang baru dilantik, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa kepengurusan periode ini akan berfokus pada isu-isu kepemudaan, pendidikan, pengangguran, ekonomi, dan lingkungan.
“Fokus utama kami adalah mengawal RPJMD Kota Tangsel, terutama yang terkait dengan pemuda, pendidikan, dan ekonomi. Karang Taruna juga harus aktif di bidang lingkungan hidup, seperti pengelolaan bank sampah dan TPS 3R,” ujar sosok Wakil Wali Kota muda ini.
Ia menambahkan, Karang Taruna Tangsel selama ini tidak menerima dana hibah, termasuk dalam pelaksanaan pelantikan kali ini yang seluruh pembiayaannya berasal dari kontribusi pribadi para pengurus.
“Kita diarahkan untuk mandiri. Semua biaya acara ini berasal dari swadaya pengurus. Jadi semangatnya memang dari, oleh, dan untuk pemuda Tangsel,” tegasnya.
Pilar juga menyoroti pentingnya peran pemuda dalam pengelolaan lingkungan. Ia menegaskan bahwa Karang Taruna akan digerakkan hingga tingkat RW untuk berpartisipasi dalam program kebersihan dan bank sampah.
“Ke depan, Ketua RW akan menjadi Ketua Bank Sampah, dan anggota-anggotanya bisa diisi oleh anak-anak Karang Taruna. Pemuda harus jadi motor penggerak kebersihan lingkungan,” katanya.
Ia berharap, Karang Taruna menjadi wadah yang benar-benar melahirkan pemimpin muda yang visioner, berdaya saing, dan peduli terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
“Masa yang aktif di bank sampah hanya orang tua? Anak muda harus ikut turun tangan. Dari hal kecil seperti memilah sampah di rumah, kita bisa mulai berkontribusi,” ucap Pilar.
Pelantikan Karang Taruna Tangsel kali ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal membangun infrastruktur sosial kolaboratif sebagaimana pesan Wali Kota Benyamin Davnie — yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas pemuda dalam satu semangat gotong royong.
Dengan semangat baru ini, Karang Taruna Tangsel diharapkan menjadi lebih dari sekadar organisasi kepemudaan. Ia menjadi wadah nyata bagi generasi muda untuk berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi bagi kemajuan masyarakat Kota Tangerang Selatan.
Laporan: iwan
