TintaOtentik.Co – Di tengah sisa waktu yang semakin menipis, Pemerintah Kota Tangerang Selatan selaku tuan rumah dipaksa bekerja ekstra keras untuk mengebut berbagai pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya rampung, mulai dari validasi data peserta hingga kesiapan fasilitas pendukung.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, tak menampik bahwa proses administrasi yang krusial masih berjalan alot.
Sejumlah tahapan seperti pendaftaran atlet dari seluruh kabupaten/kota se-Banten hingga verifikasi ketat Kartu Tanda Penduduk (KTP) terus digenjot demi memastikan keabsahan data dan menghindari potensi sengketa di kemudian hari.
“Porprov hari ini masih terus berjalan teman-teman ya untuk memasukkan pendaftaran atlet dari se Banten juga sedang berproses, pengecekan KTP dan lain sebagainya. Jadi supaya semuanya valid, kalau dari hal-hal yang lain persiapan venue sudah tuntas selesai semuanya, sudah finalisasi lalu tinggal persiapan buat nanti Pawai Obor dan pelaksanaan pembukaan,” ungkap Pilar saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).
Siasati Keterbatasan GOR, Lempar Sejumlah Cabor ke Luar Daerah
Di sisi lain, persoalan klasik terkait ketersediaan infrastruktur olahraga memaksa Pemkot Tangsel mengambil langkah kompromi.
Keterbatasan kapasitas Gelanggang Olahraga (GOR) di wilayah Tangerang Selatan membuat panitia harus memutar otak dengan melimpahkan sejumlah cabang olahraga (cabor) ke luar kota.
Pilar membeberkan, beberapa cabor spesifik yang membutuhkan fasilitas khusus terpaksa disebar ke daerah penyangga lain.
“Iya yang pasti ya Sancar sudah pasti, gimnastik, lalu hockey, bowling, sama satu lagi saya lupa, dance apa gitu, yang memang tempatnya itu membutuhkan tempat yang khusus lah seperti itu, karena GOR-nya kan juga sudah dipakai buat cabor yang lain, jadi kita butuh GOR tambahan. Di luar, ada tiga: di Kota Tangerang satu, di Kabupaten [Tangerang] satu, lagi di Lebak, Kabupaten Lebak,” urai Pilar blak-blakan.
Meski seremoni pembukaan resmi baru akan dihelat di Lapangan Sunburst BSD pada 15 November 2026, riuhnya persaingan dipastikan sudah dimulai lebih awal.
Panitia mencatat beberapa cabor dijadwalkan mulai bergulir pada 8 November 2026, meski detail teknis lapangannya masih digodok oleh Bidang Pertandingan PB Porprov.
Di balik tekanan persiapan yang ketat tersebut, Pemkot Tangsel tetap berambisi menghadirkan seremoni pembukaan yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.
Mengusung konsep ikonik, acara pembukaan pada pagi hari itu direncanakan bakal diwarnai atraksi terjun payung, serta melibatkan pelaku UMKM dan seniman lokal sebagai bentuk penggerak ekonomi kerakyatan.
“Pembukaannya itu pagi-pagi, ada nanti rencana ada terjun payung juga Pak Wali, kita mungkin nanti bisa bekerja sama dengan pihak lain seperti penerbad misalkan ya atau polairud atau seperti apa untuk bisa ada terjun payung juga supaya apa, ikonik lah pembukaan ini berbeda dengan pembukaan-pembukaan Porprov lainnya,” pungkas Pilar.
Dengan sisa waktu yang kian mepet, efektivitas koordinasi lintas sektor, mulai dari pengamanan, kesiapan wasit, logistik, hingga alat pertandingan, kiini menjadi pertaruhan besar bagi kredibilitas Tangsel sebagai tuan rumah Porprov Banten tahun ini.
Laporan: wan
