Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional

Stok 1,3 Juta Ton Beras Digelontorkan, Mentan Jaga Kesejahteraan Petani dari Mafia Pangan

0
By Irfan Kurniawan on 26 August 2025 Nasional, Hukum

TintaOtentik.co – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi petani sekaligus masyarakat dari praktik mafia pangan yang merugikan. Ia menilai praktik kecurangan yang terjadi di sektor perberasan tidak hanya merusak ekosistem pertanian, tetapi juga menimbulkan kerugian besar bagi petani maupun konsumen.

Dalam keterangannya, Amran mengungkapkan Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan investigasi dan menemukan adanya penyimpangan besar dalam peredaran beras premium. Dari 268 merek yang beredar, sebanyak 212 merek dinyatakan tidak sesuai standar.

“Saya tidak akan tinggal diam. Mafia pangan ini merugikan petani, memukul konsumen, dan menciptakan ketidakadilan. Negara tidak boleh kalah. Kami akan terus bertindak tegas,” tegas Amran, Minggu (24/8/2025).

Selain langkah penindakan, Kementan juga merancang kebijakan yang berorientasi pada keseimbangan. Pemerintah memastikan petani tetap memperoleh harga gabah yang wajar, sementara konsumen bisa membeli beras dengan harga yang tidak membebani. Untuk itu, harga gabah dijaga pada level Rp 6.500 per kilogram, bersamaan dengan upaya menekan harga beras agar tetap terjangkau.

Kebijakan tersebut kini mulai memperlihatkan hasil. Penyerapan gabah oleh Perum Bulog meningkat signifikan, mencapai 6.000 ton per hari atau dua kali lipat dari sebelumnya. Dampaknya langsung dirasakan oleh petani, yang terlihat dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) Juli 2025 menjadi 122,64.

Langkah konkret lainnya adalah stabilisasi harga beras melalui pelepasan stok cadangan pemerintah. Sebanyak 1,3 juta ton beras digelontorkan hingga akhir tahun melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digerakkan Bulog bersama TNI, Polri, serta lembaga terkait.

“Karena itu, stok beras pemerintah 1,3 juta ton kami gelontorkan untuk menstabilkan harga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Amran.

Upaya distribusi tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Harga beras turun di 15 provinsi sejak 26 Agustus 2025, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Aceh, hingga Sumatera Utara. Penurunan juga terjadi di ritel modern, dengan rata-rata harga beras merosot Rp 1.000 per kilogram.

Saat ini, distribusi beras SPHP telah mencapai 6.000 ton per hari dan ditargetkan terus meningkat hingga 10.000 ton per hari. Amran menegaskan, seluruh kebijakan ini merupakan bukti nyata bahwa negara hadir untuk menjamin kesejahteraan petani sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Andi Amran Sulaiman Ekspor Beras Impor Beras Mafia Mafia Beras Mafia Pangan Mentan Mentan Mafia Beras TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticlePrabowo Instruksikan Penyederhanaan Proses Waste to Energy, Birokrasi Tak Boleh Berlarut
Next Article Gelontorkan Rp1,94 Miliar, Pemkot Tangsel Tingkatkan Jalan Magnolia Jadi Betonisasi
Irfan Kurniawan

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.