Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Ujian Kasatpol PP Tangsel Baru: GMPK Soroti Lemahnya Penegakan Perda dan Ketimpangan Penindakan

    20 April 2026 No Comments

    Realisasi PBJT di Tangsel Tembus Rp52 Miliar, Melampaui Target 121,2 Persen

    20 April 2026 No Comments

    Tak Miliki Kebijakan Jawab Ketidakpastian Global, Purbaya Tegas Tolak Bantuan Dana IMF

    20 April 2026 No Comments

    Mesti Patuhi Aturan, TNI AL Tepis Isu AS Memburu Kapal Tanker di Selat Malaka

    20 April 2026 No Comments

    Komoditas Pangan Ilegal Masuk RI, Mentan: Ada Pihak Ingin Melemahkan Swasembada dan Petani

    20 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi

Utang Indonesia di Luar Negeri Turun 424,4 Miliar dolar AS

0
By Sulis on 19 November 2025 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali menunjukkan perbaikan.

Pada kuartal III-2025, total ULN berada pada level 424,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS), turun dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 432,3 miliar dolar AS.

Tak hanya itu, secara tahunan ULN Indonesia juga berbalik terkontraksi 0,6 persen (year on year/yoy) kontras dengan kuartal sebelumnya yang masih tumbuh 6,4 persen.

“Posisi Utang Luar Negeri [ULN] Indonesia pada kuartal III-2025 menurun. Posisi ULN Indonesia pada kuartal III-2025 tercatat sebesar 424,4 miliar dolar AS,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, dikutip Pajak.com pada Senin (17/11/25).

BI mengungkapkan penurunan ULN ini terutama disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik serta berlanjutnya kontraksi pada ULN sektor swasta. Pemerintah tercatat memiliki ULN sebesar 210,1 miliar dolar AS pada kuartal III-2025.

Secara tahunan, posisinya masih tumbuh 2,9 persen, meski angka ini melambat dibandingkan pertumbuhan 10,0 persen pada kuartal sebelumnya. Pelemahan tersebut dipicu oleh kontraksi aliran modal asing di Surat Berharga Negara (SBN) domestik akibat gejolak pasar global.

Denny menjelaskan bahwa sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN pemerintah dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya tetap diarahkan untuk mendukung program-program prioritas pemerintah, antara lain pada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1 persen).

Kemudian, administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (20,7 persen), jasa pendidikan (17,0 persen), konstruksi (10,7 persen), transportasi dan pergudangan (8,2 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (7,5 persen). Hampir seluruh uln pemerintah merupakan utang jangka panjang dengan komposisi 99,9 persen, sehingga memberikan ruang stabilitas yang lebih kuat dalam pengelolaannya.

Sementara itu, ULN swasta juga mengalami penurunan. Pada kuartal III-2025, posisi ULN swasta tercatat sebesar 191,3 miliar dolar AS, turun dari 193,9 miliar dolar AS pada kuartal sebelumnya. Secara tahunan, kontraksinya semakin dalam dari 0,2 persen menjadi 1,9 persen.

Koreksi ini terjadi pada dua kelompok utama, yaitu ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi 3,0 persen, serta ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang terkontraksi 1,7 persen. Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, porsi terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian empat sektor yang mencakup sekitar 81 persen total ULN swasta.

Di tengah dinamika tersebut, struktur ULN Indonesia dinilai tetap sehat. Hal ini tecermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang turun menjadi 29,5 persen pada kuartal III-2025, dibandingkan 30,4 persen pada kuartal sebelumnya. Selain itu, ULN jangka panjang terus mendominasi dengan pangsa 86,1 persen dari total ULN, menandakan profil risiko yang lebih terjaga.

BI, kata Denny menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah terus diperkuat untuk memastikan pengelolaan ULN tetap berada dalam koridor kehati-hatian. Optimalisasi peran ULN sebagai sumber pembiayaan pembangunan juga dilakukan secara terukur untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Upaya tersebut dilakukan dengan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkasnya.

Laporan: Tim

4 Miliar dolar AS bank indonesia bi TintaOtentik TintaOtentik.Co Utang Indonesia di Luar Negeri Turun Sebesar 424 Utang Luar Negeri Utang Luar Negeri Indonesia Turun Utang Luar Negeri RI Turun
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleProyek Tambang Rusak Lingkungan, Menhan: Negara Gak Boleh Kalah dengan Kegiatan Ilegal!
Next Article Miliki Perda Pasar Rakyat, Pemkot Tangsel Diminta Perkuat Norma Perlindungan Pedagang
Sulis

Related Posts

Ujian Kasatpol PP Tangsel Baru: GMPK Soroti Lemahnya Penegakan Perda dan Ketimpangan Penindakan

20 April 2026

Realisasi PBJT di Tangsel Tembus Rp52 Miliar, Melampaui Target 121,2 Persen

20 April 2026

Tak Miliki Kebijakan Jawab Ketidakpastian Global, Purbaya Tegas Tolak Bantuan Dana IMF

20 April 2026

Mesti Patuhi Aturan, TNI AL Tepis Isu AS Memburu Kapal Tanker di Selat Malaka

20 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Ujian Kasatpol PP Tangsel Baru: GMPK Soroti Lemahnya Penegakan Perda dan Ketimpangan Penindakan

By tintaotentik.co20 April 20260

TintaOtentik.Co – Kota Tangerang Selatan memasuki fase baru dengan dilantiknya Dahlan sebagai Kepala Satuan Polisi…

 

Realisasi PBJT di Tangsel Tembus Rp52 Miliar, Melampaui Target 121,2 Persen

20 April 2026

Tak Miliki Kebijakan Jawab Ketidakpastian Global, Purbaya Tegas Tolak Bantuan Dana IMF

20 April 2026

Mesti Patuhi Aturan, TNI AL Tepis Isu AS Memburu Kapal Tanker di Selat Malaka

20 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.