Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

    17 April 2026 No Comments

    1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

    17 April 2026 No Comments

    Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

    17 April 2026 No Comments

    Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

    17 April 2026 No Comments

    Ketua Ombudsman Jadi Tersangka Korupsi Tambang Nikel

    16 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Nasional
Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta (FOTO: Dok/Istimewa)

DPR Tegaskan di Sidang MK: MBG Tak Kurangi Mandatory Spending Pendidikan

0
By tintaotentik.co on 15 April 2026 Nasional, Gaya Hidup, Politik

TintaOtentik.Co – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan pembelaan terkait pemanfaatan anggaran pendidikan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (14/4/2026).

DPR menilai langkah tersebut merupakan kebijakan yang beralasan karena menyasar langsung para peserta didik sebagai pilar utama sistem pendidikan nasional.

Pernyataan ini muncul menyusul gugatan pengujian materiil terhadap UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Sejumlah pemohon mempersoalkan penggunaan dana mandatory spending pendidikan yang “dicubit” untuk program makan siang tersebut.

Mewakili DPR RI, Anggota Komisi III I Wayan Sudirta menjelaskan bahwa keberhasilan proses belajar tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau fasilitas gedung, melainkan juga kesiapan fisik siswa. Menurutnya, alokasi dana ini adalah langkah sinkronisasi antara kesehatan dan kecerdasan.

“Penganggaran pendanaan program makan bergizi dalam pos anggaran pendidikan merupakan konsekuensi logis. Mengingat salah satu target manfaatnya ialah peserta didik sebagai salah satu komponen sistem pendidikan nasional,” ujar Wayan Sudirta dalam pembacaan keterangan resmi di depan majelis hakim MK.

Ia menambahkan, negara berkewajiban melakukan intervensi guna memastikan kondisi dasar peserta didik terpenuhi agar mereka mampu menyerap pelajaran dengan optimal.

“Dalam perspektif sistem pendidikan nasional, pemenuhan kondisi fisik dan kesehatan peserta didik memiliki keterkaitan langsung dengan tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tuturnya.

Menjawab kekhawatiran para pemohon mengenai potensi berkurangnya anggaran inti pendidikan, DPR menegaskan bahwa program MBG diposisikan sebagai sub-komponen dalam fungsi pendidikan.

Posisi anggaran ini setara dengan program-program bantuan lainnya seperti beasiswa LPDP dan wajib belajar.

“Hal ini berarti program makan bergizi adalah sub-komponen dari ekosistem pembiayaan pendidikan, bukan mengalihkan atau mengurangi mandatory spending,” tegas Wayan.

Lebih lanjut, DPR memandang bahwa kebijakan ini sudah sesuai dengan prinsip anggaran pendidikan yang bersifat lintas sektoral.

Artinya, pendanaan tidak hanya berpusat di satu kementerian, melainkan tersebar untuk berbagai program yang menunjang kualitas manusia.

“Pengelolaan pendanaan untuk program makan bergizi dalam APBN tahun anggaran 2026 tidak hanya sah secara kewenangan dan prosedural, tetapi juga tepat secara substantif dalam mendukung tujuan penyelenggaraan pendidikan nasional,” tutupnya.

Sidang perkara nomor 40, 52, dan 55/PUU-XXIV/2026 ini menjadi pertaruhan penting bagi keberlanjutan program unggulan pemerintah dalam APBN 2026, di mana MK akan menguji apakah penempatan anggaran tersebut bertentangan dengan konstitusi atau justru memperkuat sistem pendidikan nasional.

Laporan: Tim

anggaran MBG Anggota Komisi III I Wayan Sudirta Komisi III DPR Komisi III DPR MBG Tak Kurangi Mandatory Spending Pendidikan Makan bergizi gratis mbg MBG Tak Kurangi Mandatory Spending Pendidikan TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKhofifah Buka Suara Soal Rentetan OTT KPK: Kepala Daerah Sudah Dibekali Solusi
Next Article Sepanjang 2025, Baznas Tangsel Tengah Gelontorkan Rp22 Miliar
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

17 April 2026

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026

Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

17 April 2026

Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

17 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

IMF-World Bank Nilai Indonesia Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Abaikan Prinsip Fiskal

By tintaotentik.co17 April 20260

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa lembaga internasional, seperti International Monetary…

 

1.292 Kasus Campak Terdeteksi, Dinkes Tangsel Kejar Target Imunisasi 109 Ribu Anak

17 April 2026

Korupsi Jual Beli Gas, Eks Dirut PGN Rugiin Negara 15 Juta Dolar AS

17 April 2026

Perseroda PITS Klaim Proyek SPAM Kali Angke 2 Serap 1000 Tenaga Kerja

17 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.