Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

    18 May 2026 No Comments

    Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

    18 May 2026 No Comments

    G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

    18 May 2026 No Comments

    Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

    18 May 2026 No Comments

    Laporan BPKP Temukan Sejumlah Pihak Bermasalah, Prabowo: Jika Terindikasi Korupsi, Hukum!

    16 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Ekonomi
Ternyata Bank Dunia Salah Hitung Ekonomi RI Tetap Kokoh (FOTO: Dok/Istimewa)

Diproyeksi Turun ke 4,7%, Ternyata Bank Dunia Salah Hitung: Ekonomi RI Tetap Kokoh!

0
By tintaotentik.co on 15 April 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap laporan terbaru Bank Dunia (World Bank) yang merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% untuk tahun 2026.

Menkeu menilai analisis lembaga internasional tersebut meleset dan cenderung menciptakan kekhawatiran yang tidak perlu di pasar domestik.

Purbaya, yang merupakan doktor lulusan Purdue University, menyebutkan bahwa penurunan proyeksi dari 4,8% ke 4,7% tersebut seolah-olah memposisikan Indonesia di ambang fase resesi.

Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional jauh lebih tangguh daripada angka yang dipaparkan.

“Tapi yang penting untuk kita adalah memastikan program-program berjalan dengan baik, sistem keuangan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi yang membaik,” tegas Purbaya saat memberikan keterangan pers usai Sidang Debottlenecking ke-6 di Jakarta, Kamis (9/4).

Menteri Keuangan menilai Bank Dunia terlalu reaktif terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Padahal, menurut pantauan pemerintah, tren harga komoditas energi tersebut sudah mulai melandai dan bergerak menuju level normal dalam beberapa hari terakhir.

“Kalau sebulan dari sini harga banyak turun ke level normal lagi, World Bank pasti akan ubah prediksinya,” ungkap Purbaya.

Ia bahkan tidak ragu melabeli pemangkasan proyeksi tersebut sebagai sebuah “dosa besar”. Hal ini dikarenakan narasi yang dibangun oleh Bank Dunia dapat memicu sentimen negatif yang kontraproduktif terhadap iklim investasi dan kepercayaan publik di dalam negeri.

“Nanti saya tunggu permintaan maaf dari mereka, ketika harga minyak sudah balik lagi ke level yang normal,” imbuhnya dengan nada menyindir.

Sorotan Bank Dunia Terhadap Risiko Fiskal dan Moneter Indonesia

Sebelumnya, dalam laporan bertajuk East Asia and Pacific (EAP) Economic Update edisi April 2026, Bank Dunia menjabarkan sejumlah faktor yang dianggap sebagai hambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lembaga dengan 189 negara anggota ini menyoroti tingginya sensitivitas ekonomi RI terhadap fluktuasi komoditas global.

Selain faktor eksternal, Bank Dunia juga memberikan catatan khusus terhadap risiko kebijakan fiskal dan moneter di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ketidakpastian dalam transisi kebijakan ini dianggap menjadi salah satu alasan mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi tidak akan seprogresif perkiraan sebelumnya.

Meski demikian, pemerintah melalui kementerian keuangan tetap berkomitmen pada jalur percepatan ekonomi melalui penyederhanaan hambatan investasi (debottlenecking) dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Laporan: Tim

bank dunia berita ekonomi Debottlenecking Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh Ekonomi RI Tetap Kokoh Fiskal dan Moneter Harga Minyak Dunia Menkeu Menkeu Bank Dunia Salah Hitung Menkeu Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh Menteri Keuangan Pertumbuhan Ekonomi RI purbaya Purbaya Bank Dunia Salah Hitung Purbaya Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh TintaOtentik TintaOtentik.Co world bank
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTak Hujan Deras Sungai Meluap, Warga Gang Pinan Tangsel Desak Pengerukan Dan U-Ditch
Next Article Khofifah Buka Suara Soal Rentetan OTT KPK: Kepala Daerah Sudah Dibekali Solusi
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

18 May 2026

Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

18 May 2026

G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

18 May 2026

Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

18 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Meski Sudah Dikritik Bertentangan UU ASN, Walikota Tangsel Tetap Ingin Perpanjang Jabatan Sekda

By tintaotentik.co18 May 20260

TintaOtentik.Co – Sempat dikritik bertentangan dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN), Walikota Tangerang Selatan, Benyamin…

 

 

 

Tuntut Pembersihan Miras dan Parkir Liar, Mahasiswa Geruduk Kantor Wali Kota Tangsel

18 May 2026

G2G Berjalan Mulus, Indonesia Siap Pasok 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia

18 May 2026

Bukti Kasus Chromebook Solid, DPR Minta Hakim Tak Terpancing Opini Luar Sidang

18 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.