Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

    21 July 2026 No Comments

    Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

    21 July 2026 No Comments

    Rencana Prabowo Putus Tengkulak Lewat Kopdes: Selamatkan Potensi Uang Rakyat Rp313 Triliun

    21 July 2026 No Comments

    Jajaran TNI-POLRI Akui Rela Anggarannya Dipangkas Demi Mengurangi Kemiskinan Indonesia

    20 July 2026 No Comments

    Gelontorkan Uang Kisaran Rp11 Miliar, Pemkot Tangsel Bakal Bentuk Perseroda Pasar

    20 July 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Mata Uang Asia Termasuk Rupiah Kompak Tekan Dolar AS

Mata Uang Asia Termasuk Rupiah Kompak Tekan Dolar AS

0
By Irfan Kurniawan on 25 November 2025 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Mayoritas mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (25/11/2025). Sentimen pasar bergerak positif menyusul meningkatnya keyakinan bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.

Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.15 WIB, ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan apresiasi 0,27% ke MYR 4,128 per dolar AS. Yen Jepang mengikuti dengan kenaikan 0,18% ke JPY 156,61 per dolar, sementara won Korea Selatan terapresiasi 0,15% menjadi KRW 1.472,46 per dolar.

Rupiah juga turut menguat, naik 0,12% ke posisi Rp16.670 per dolar AS. Dengan capaian tersebut, rupiah menempati posisi keempat sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan.

Sejumlah mata uang Asia lainnya juga menunjukkan tren positif, seperti baht Thailand yang menguat 0,09%, yuan China naik 0,07%, serta dolar Singapura dan rupee India yang masing-masing menguat 0,06%. Dolar Taiwan tercatat menguat 0,05%, sementara peso Filipina naik tipis 0,02%.

Sebaliknya, dong Vietnam menjadi satu-satunya mata uang di kawasan yang melemah, turun 0,08% ke VND 26.371 per dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) pun tercatat melemah tipis 0,01% ke posisi 100,150, mencerminkan turunnya minat pasar terhadap dolar.

Dorongan utama penguatan mata uang Asia datang dari ekspektasi pasar yang semakin besar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga. Pernyataan bernada dovish dari Gubernur The Fed Christopher Waller memperkuat keyakinan tersebut.

Ia menyebut bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS kini cukup melemah sehingga memungkinkan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin pada Desember. Komentarnya sejalan dengan sinyal serupa dari Presiden The Fed New York, John Williams.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga melonjak drastis. Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed menurunkan suku bunga naik menjadi 81% dari hanya 42% pada pekan sebelumnya. Lonjakan keyakinan tersebut membuat dolar kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset aman, mendorong investor beralih ke mata uang negara berkembang.

Meski demikian, dinamika internal The Fed belum sepenuhnya solid. Data ekonomi AS masih belum lengkap akibat backlog menyusul penutupan pemerintahan selama 43 hari.

Ketidakpastian ini justru memicu pandangan pasar bahwa The Fed akan memilih jalur kehati-hatian dengan menurunkan suku bunga untuk merespons melemahnya pasar tenaga kerja dan menurunnya ekspektasi inflasi.

Selain faktor moneter, sentimen positif juga datang dari membaiknya hubungan AS–China. Presiden Donald Trump menyatakan hubungan kedua negara kini “sangat kuat” setelah dirinya melakukan panggilan telepon dengan Presiden Xi Jinping, yang turut memperkuat harapan stabilitas geopolitik dan perdagangan global.

Amerika Serikat as Asia berita internasional Dolar Dollar Dollar Melemah Donald Trump Ekonomi Ekonomi Global Ekonomi Indonesia Harga Tukar Rupiah Mata Uang Terkuat Nilai Mata Uang Nilai Rupiah Pasar Dunia Pasar Global Ringgit Rupiah Rupiah menguat The Fed TintaOtentik.Co Trump USA
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKejati Banten Bongkar Modus Korupsi Rp20 Miliar Transaksi 1.200 Ton Minyak Goreng
Next Article Kudu Bebenah, Menteri ATR/BPN Mengakui Banyak Kekurangan Dalam Pelayanan Pertanahan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

21 July 2026

Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

21 July 2026

Rencana Prabowo Putus Tengkulak Lewat Kopdes: Selamatkan Potensi Uang Rakyat Rp313 Triliun

21 July 2026

Jajaran TNI-POLRI Akui Rela Anggarannya Dipangkas Demi Mengurangi Kemiskinan Indonesia

20 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Satu Bulan Evaluasi MBG, BGN Bongkar Data Penerima hingga Ubah Anggaran SPPG

By Irfan Kurniawan21 July 20260

TintaOtentik.co – Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat merombak total tata kelola program Makan Bergizi…

 

 

 

 

 

Rekayasa Rekening Koran hingga SOP, Para Tersangka Korupsi Batu Bara PLN Ditahan

21 July 2026

Rencana Prabowo Putus Tengkulak Lewat Kopdes: Selamatkan Potensi Uang Rakyat Rp313 Triliun

21 July 2026

Jajaran TNI-POLRI Akui Rela Anggarannya Dipangkas Demi Mengurangi Kemiskinan Indonesia

20 July 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.