Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

    24 October 2026 No Comments

    Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

    24 October 2026 No Comments

    Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

    24 October 2026 No Comments

    Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

    23 October 2026 No Comments

    Abaikan Manfaat untuk Masyarakat, Bupati Gunung Mas Tegas Hentikan PT PMM Sawit

    23 October 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»Mata Uang Asia Termasuk Rupiah Kompak Tekan Dolar AS

Mata Uang Asia Termasuk Rupiah Kompak Tekan Dolar AS

0
By Irfan Kurniawan on 25 November 2025 Ekonomi, Internasional, Nasional, Politik

TintaOtentik.co – Mayoritas mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (25/11/2025). Sentimen pasar bergerak positif menyusul meningkatnya keyakinan bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Desember mendatang.

Berdasarkan data Refinitiv pukul 09.15 WIB, ringgit Malaysia memimpin penguatan dengan apresiasi 0,27% ke MYR 4,128 per dolar AS. Yen Jepang mengikuti dengan kenaikan 0,18% ke JPY 156,61 per dolar, sementara won Korea Selatan terapresiasi 0,15% menjadi KRW 1.472,46 per dolar.

Rupiah juga turut menguat, naik 0,12% ke posisi Rp16.670 per dolar AS. Dengan capaian tersebut, rupiah menempati posisi keempat sebagai mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan.

Sejumlah mata uang Asia lainnya juga menunjukkan tren positif, seperti baht Thailand yang menguat 0,09%, yuan China naik 0,07%, serta dolar Singapura dan rupee India yang masing-masing menguat 0,06%. Dolar Taiwan tercatat menguat 0,05%, sementara peso Filipina naik tipis 0,02%.

Sebaliknya, dong Vietnam menjadi satu-satunya mata uang di kawasan yang melemah, turun 0,08% ke VND 26.371 per dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) pun tercatat melemah tipis 0,01% ke posisi 100,150, mencerminkan turunnya minat pasar terhadap dolar.

Dorongan utama penguatan mata uang Asia datang dari ekspektasi pasar yang semakin besar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga. Pernyataan bernada dovish dari Gubernur The Fed Christopher Waller memperkuat keyakinan tersebut.

Ia menyebut bahwa kondisi pasar tenaga kerja AS kini cukup melemah sehingga memungkinkan penurunan suku bunga sebesar seperempat poin pada Desember. Komentarnya sejalan dengan sinyal serupa dari Presiden The Fed New York, John Williams.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga melonjak drastis. Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed menurunkan suku bunga naik menjadi 81% dari hanya 42% pada pekan sebelumnya. Lonjakan keyakinan tersebut membuat dolar kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset aman, mendorong investor beralih ke mata uang negara berkembang.

Meski demikian, dinamika internal The Fed belum sepenuhnya solid. Data ekonomi AS masih belum lengkap akibat backlog menyusul penutupan pemerintahan selama 43 hari.

Ketidakpastian ini justru memicu pandangan pasar bahwa The Fed akan memilih jalur kehati-hatian dengan menurunkan suku bunga untuk merespons melemahnya pasar tenaga kerja dan menurunnya ekspektasi inflasi.

Selain faktor moneter, sentimen positif juga datang dari membaiknya hubungan AS–China. Presiden Donald Trump menyatakan hubungan kedua negara kini “sangat kuat” setelah dirinya melakukan panggilan telepon dengan Presiden Xi Jinping, yang turut memperkuat harapan stabilitas geopolitik dan perdagangan global.

Amerika Serikat as Asia berita internasional Dolar Dollar Dollar Melemah Donald Trump Ekonomi Ekonomi Global Ekonomi Indonesia Harga Tukar Rupiah Mata Uang Terkuat Nilai Mata Uang Nilai Rupiah Pasar Dunia Pasar Global Ringgit Rupiah Rupiah menguat The Fed TintaOtentik.Co Trump USA
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKejati Banten Bongkar Modus Korupsi Rp20 Miliar Transaksi 1.200 Ton Minyak Goreng
Next Article Kudu Bebenah, Menteri ATR/BPN Mengakui Banyak Kekurangan Dalam Pelayanan Pertanahan
Irfan Kurniawan

Related Posts

Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

24 October 2026

Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

24 October 2026

Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

24 October 2026

Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

23 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

Pengelola Serpong Lagoon Beri Klarifikasi Soal Air Bersih dan Akan Dikelola Perseroda PITS

By Sulis24 October 20260

TintaOtentik.co – PT Cahaya Subur Lestari selaku pengembang perumahan Serpong Lagoon memberikan klarifikasi resmi menanggapi…

Perpindahan Konsumen BBM Nonsubsidi ke Subsidi Tinggi, Kuota Pertalite Bakal Ditambah

24 October 2026

Temuan BPK, BGN Kembalikan Uang Rp160 Miliar ke Kas Negara

24 October 2026

Kejari Tangsel Awasi Ketat Proyek Keranggan, Kantor Camat, hingga Villa Melati Mas

23 October 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.