Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Disaksikan Prabowo, Kejagung Pamerkan Rp10,2 T Hasil Gebrak Mafia Kawasan Hutan

    13 May 2026 No Comments

    Gelontorkan Rp140 Miliar, Pemkot Tangsel Kejar Target Pembebasan Lahan PSEL

    13 May 2026 No Comments

    Masa Depan Pemuda Diantara Regulasi dan Implementasi: KNPI Tangsel Dorong Keberpihakan Pemkot

    13 May 2026 No Comments

    Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen, Purbaya Jangan Asbun Bilang Kita Terancam Krisis

    13 May 2026 No Comments

    Utang Rasio Indonesia Masih Lebih Rendah Dibanding Thailand, Jepang, Singapura dan Malaysia

    13 May 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Politik
Pengamat Kebijakan Publik dari LBH Tridharma Indonesia Dodi Prasetya Azhari (FOTO: Dok/Istimewa)

Masa Depan Birokrasi Tangsel: Antara Status Quo dan Kebutuhan Regenerasi Kepemimpinan

0
By tintaotentik.co on 13 May 2026 Politik, Regional

TintaOtentik.Co – Dinamika pemerintahan Kota Tangerang Selatan kini berada di persimpangan jalan yang krusial. Di tengah mencuatnya berbagai tantangan tata kelola—mulai dari isu lingkungan hingga efektivitas pengawasan internal—wacana perpanjangan masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) menjadi pemantik diskusi publik mengenai arah masa depan birokrasi di kota satelit ini.

Posisi Sekda, sebagai titik pusat koordinasi administratif, bukan sekadar jabatan struktural, melainkan simbol kesehatan manajemen pemerintahan. Munculnya berbagai persoalan di level dinas teknis belakangan ini dipandang sebagai indikator perlunya evaluasi mendalam terhadap sejauh mana sistem pengawasan dan pembinaan ASN telah berjalan optimal selama ini.

Birokrasi Butuh “Napas Baru”

Pengamat Kebijakan Publik dari LBH Tridharma Indonesia Dodi Prasetya Azhari, SH menilai bahwa keberlanjutan sebuah kepemimpinan birokrasi haruslah berbasis pada evaluasi yang jernih dan objektif. Mempertahankan posisi pimpinan tertinggi birokrasi di tengah situasi yang membutuhkan akselerasi perubahan justru dikhawatirkan akan memicu stagnasi.

“Kita perlu merenung, apakah Tangerang Selatan hari ini membutuhkan keberlanjutan demi stabilitas semata, ataukah membutuhkan napas baru untuk menjawab kompleksitas masalah yang kian meningkat? Birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang memberikan ruang bagi sirkulasi kepemimpinan dan ide-ide segar,” ujar Dodi sapaan akrabnya Rabu (13/05).

Refleksi Atas Fungsi Pengawasan

Catatan kritis mengemuka terkait peran Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Munculnya celah dalam pengelolaan urusan krusial, seperti sektor lingkungan hidup, menjadi refleksi bahwa ada ruang perbaikan yang besar dalam sistem kendali internal. Kritik ini tidak hanya tertuju pada satu kasus, melainkan pada bagaimana sistem koordinasi antar-lembaga dibangun dan dijaga integritasnya.

Menurut Dodi, stabilitas birokrasi sering kali menjadi alasan utama mempertahankan pejabat senior. Namun di sisi lain, integritas birokrasi Tangsel sedang diuji oleh skandal yang belum lama terjadi cukup menyesakkan dada—masalah pengelolaan sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Antara Stabilitas dan Evaluasi Skandal sampah bukan sekadar masalah teknis di lapangan. Ini adalah persoalan tata kelola. Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), peran Sekda sangatlah krusial dalam memastikan setiap rupiah anggaran dikelola secara transparan.” Kata Dodi.

“Kepemimpinan birokrasi tidak hanya dinilai dari apa yang tercapai di atas kertas, tetapi dari sejauh mana sistem mampu mencegah terjadinya degradasi tata kelola. Perpanjangan jabatan di tengah tumpukan pekerjaan rumah yang belum tuntas tentu memicu pertanyaan tentang standar evaluasi kinerja yang digunakan,” tambah Dodi.

Mendorong Seleksi Terbuka sebagai Solusi Demokratis

Alih-alih memilih jalan perpanjangan otomatis, pemerintah daerah didorong untuk mengedepankan semangat merit system melalui seleksi terbuka atau open bidding. Langkah ini dinilai lebih elegan untuk menguji kembali kompetensi dan memberikan kesempatan bagi kader-kader terbaik bangsa untuk berkontribusi bagi Tangsel.

“Langkah ini bukan tentang mengganti sosok, melainkan tentang menghadirkan harapan baru bagi publik bahwa pemerintah kota berkomitmen pada transparansi dan perbaikan berkelanjutan. Tangsel membutuhkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya memahami administrasi, tetapi juga memiliki kepekaan tajam terhadap krisis dan integritas yang tak tergoyahkan,” tutupnya.

Laporan: Irfan

Birokrasi Tangsel Kebutuhan Regenerasi Birokrasi Tangsel Kritisi Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel lelang jabatan sekda tangsel Masa Depan Birokrasi Tangsel Masa Jabatan Sekda Tangsel Open Bidding Sekda Tangsel Pengamat Kebijakan Publik dari LBH Tridharma Indonesia Dodi Prasetya Azhari SH sekda tangsel Tangsel TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKritisi Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel, Budayawan Ingatkan Jangan Sebatas Jadi Penjaga Gawang
Next Article Utang Rasio Indonesia Masih Lebih Rendah Dibanding Thailand, Jepang, Singapura dan Malaysia
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Disaksikan Prabowo, Kejagung Pamerkan Rp10,2 T Hasil Gebrak Mafia Kawasan Hutan

13 May 2026

Gelontorkan Rp140 Miliar, Pemkot Tangsel Kejar Target Pembebasan Lahan PSEL

13 May 2026

Masa Depan Pemuda Diantara Regulasi dan Implementasi: KNPI Tangsel Dorong Keberpihakan Pemkot

13 May 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen, Purbaya Jangan Asbun Bilang Kita Terancam Krisis

13 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Disaksikan Prabowo, Kejagung Pamerkan Rp10,2 T Hasil Gebrak Mafia Kawasan Hutan

By tintaotentik.co13 May 20260

TintaOtentik.Co – Jaksa Agung ST Burhanuddin menyetorkan hasil denda administratif dan lahan kawasan hutan oleh…

 

 

 

Gelontorkan Rp140 Miliar, Pemkot Tangsel Kejar Target Pembebasan Lahan PSEL

13 May 2026

Masa Depan Pemuda Diantara Regulasi dan Implementasi: KNPI Tangsel Dorong Keberpihakan Pemkot

13 May 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen, Purbaya Jangan Asbun Bilang Kita Terancam Krisis

13 May 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.