Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Gaya Hidup

Pejabat Habiskan Rp1,5 M ke Bandung Alih-alih Leadership Training, BKPSDM Tangsel Klaim Bukan Pemborosan

0
By Sulis on 12 December 2025 Gaya Hidup, Hiburan, Regional, Sosial Budaya

TintaOtentik.Co – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan klarifikasi terkait kritik publik atas penyelenggaraan Leadership Training di Bandung yang dianggap menghabiskan anggaran besar. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tangsel, Wahyudi Leksono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan program resmi yang telah disahkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025.

“Leadership Training ini bukan kegiatan mendadak. Program ini sudah ditetapkan dalam RKPD 2025 sebagai bagian dari agenda pengembangan kompetensi ASN Tangsel,” kata Wahyudi di Serpong, dalam keterangan resminya, ketika dikonfirmasi, dikutip Jumat, (12/12/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari, dibagi dua gelombang pada 9–10 dan 11–12 Desember 2025, dengan total peserta 200 pejabat eselon II dan III. Menanggapi pertanyaan publik soal mengapa Bandung dipilih, Wahyu menjelaskan bahwa pemilihan lokasi sudah melalui kajian kebutuhan pelatihan.

“Bandung dipilih karena memiliki fasilitas pelatihan yang memadai, lingkungan belajar yang kondusif, serta ketersediaan narasumber berkualitas yang relevan dengan materi pengembangan kepemimpinan. Di sana, peserta dapat mengikuti sesi pelatihan secara fokus tanpa terdistraksi oleh rutinitas pekerjaan sehari-hari,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan bahwa lokasi luar kota bukan untuk memanjakan peserta, tetapi agar pelatihan berlangsung optimal dan terukur.

“Tujuan kami adalah memastikan proses pembelajaran berjalan efektif. Pemilihan Bandung adalah pertimbangan profesional, bukan gaya-gayaan,” tegasnya.

Terkait tudingan pemborosan anggaran, Wahyudi menekankan bahwa Leadership Training adalah kewajiban pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan pegawai secara berkesinambungan.

“Pemerintah kota berkewajiban memberikan kesempatan bagi pegawai untuk meningkatkan kapasitas keahlian, memperkuat strategi kebijakan, serta membangun karakter kepemimpinan. Ini bagian dari pembinaan yang harus dilakukan secara sinergis untuk mendorong kesuksesan organisasi,” kata dia.

Menurutnya, tanpa pelatihan kepemimpinan yang memadai, kualitas pelayanan publik akan stagnan dan tidak mampu menjawab tantangan birokrasi modern. “Pelayanan yang baik hanya bisa diberikan oleh SDM yang kompeten. Dan itu tidak terjadi secara otomatis—ada proses pembinaan dan peningkatan kapasitas yang memang harus didukung anggaran negara,” tegas Wahyudi.

Selain itu, Wahyudi menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan kompetensi ASN secara berkesinambungan. “Pengembangan kapasitas ini adalah mandat institusi. Pemerintah kota harus memberikan ruang bagi ASN untuk meningkatkan keahlian, kemampuan strategi kebijakan, hingga karakter building. Semua ini berpengaruh langsung pada kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, kata dia, juga merupakan praktik nyata implementasi Merit System sesuai UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan manajemen talenta.

“Ini bagian dari komitmen kami menerapkan Merit System secara konsisten dan objektif,” kata Wahyudi.

Selanjutnya, Wahyudi menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak kritik dari masyarakat. Sebaliknya, kritik dianggap sebagai bentuk kepedulian terhadap tata kelola pemerintahan.

“Kami sangat menghargai kritik yang masuk. Itu artinya masyarakat peduli pada kualitas pemerintahan. Pemerintah tidak antikritik, dan kami berterima kasih atas perhatian publik terhadap program ini,” tutur Wahyudi.

Ia mengatakan bahwa setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi internal agar pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan transparan di masa depan.

Menurutnya, pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang. “Leadership Training adalah investasi sumber daya manusia. Manfaatnya tidak hanya dirasakan ASN, tetapi masyarakat yang menerima pelayanan. Ini bukan pemborosan, ini kebutuhan organisasi untuk terus maju,” pungkasnya.

Sebelumnya Sejumlah pejabat di Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ramai-ramai mengikuti pelatihan di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menggunakan kas anggaran daerah.

Mereka yang mengikuti acara ke Bandung adalah para kepala dinas, sekretaris dinas kepala bidang, camat hingga lurah. Peristiwa itu menjadi viral di media sosial.

Spanduk acara bertuliskan “Tangsel Leadership 2025: Strategic Communication & Management Risk for Public Governance” juga tampak terpampang di area hotel.

Unggahan itu menyebutkan para pejabat Tangsel dari eselon II dan III melakukan perjalanan ke Bandung. Kegiatan ini diduga menghabiskan anggaran hingga Rp 1,5 miliar.

Laporan: iwanpose

5 M ke Bandung Alih-alih Leadership Training 5 M untuk Leadership Training BKPSDM Kota Tangsel BKPSDM Tangsel Klaim Soal Pejabat Tangsel ke Bandung Bukan Pemborosan Kepala BKPSDM Tangsel Kepala BKPSDM Tangsel Wahyudi Leksono Pejabat Tangsel Habiskan Rp1 Pejabat Tangsel ke Bandung Habiskan Rp1 TintaOtentik TintaOtentik.Co
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTPA Cipeucang Overload, Fraksi PDIP Tangsel Dorong Revitalisasi Lewat Pansus
Next Article LKPP Luncurkan E-Audit Katalog V.6, KPK Tak Menampik Pengadaan Barang Jasa Medan Perang Korupsi!
Sulis

Related Posts

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

14 April 2026

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026

Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.