Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

    14 April 2026 No Comments

    Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

    14 April 2026 No Comments

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Internasional

Penjelasan Kenapa Rudal Oreshnik Russia Tak Bisa Dihentikan oleh AS dan NATO

0
By Irfan Kurniawan on 23 November 2024 Internasional

TintaOtentik.co – Rudal Oreshnik bergerak dengan kecepatan Mach 10, setara dengan 3 km per detik, menurut Viktor Litovkin, purnawirawan kolonel Angkatan Darat Rusia dan analis militer, kepada Sputnik. Ia menjelaskan bahwa dengan kecepatan tersebut, rudal ini tidak dapat dihentikan oleh sistem pertahanan udara modern.

“Ciri unik dari sistem rudal Oreshnik adalah, pertama, rudal tersebut merupakan rudal jarak menengah, rudal tersebut terbang mulai dari jarak 1.000 km hingga 5.500 km, dan kedua, rudal tersebut hipersonik, terbang dengan kecepatan Mach 10,” jelas Litovkin, ditulis 23 November 2024.

Mach 10, yang berarti 10 kali kecepatan suara, setara dengan 3 km per detik, menurut Litovkin.

“Tidak ada satu pun sistem pertahanan udara atau rudal di dunia yang mampu mencegat rudal hipersonik tersebut. Barat tidak memiliki rudal yang terbang dengan kecepatan seperti itu atau rudal hipersonik sama sekali,” ujarnya 

“Meskipun AS telah berulang kali membanggakan mereka memiliki rudal tersebut, mereka tidak pernah menunjukkan peluncuran rudal tersebut. Mereka tampaknya menunjukkan rudal yang terbang dengan kecepatan supersonik 5,5 kali kecepatan suara atau Mach 5,5. Namun, kecepatan hipersonik dimulai pada Mach 6-7,” sambungnya.

Selanjutnya, Litovkin menyatakan bahwa prinsip kerja rudal tersebut mirip dengan rudal hipersonik Kinzhal, yang diluncurkan oleh pesawat supersonik MiG-31K, atau kendaraan luncur sistem hipersonik Avangard yang dipercepat oleh rudal balistik antarbenua UR-100N UТТKh.

Dia juga menegaskan bahwa rudal ini dilengkapi dengan beberapa hulu ledak.

“Rudal tersebut mempercepat seluruh hulu ledaknya hingga kecepatan hipersonik dengan blok pemisah yang terbang ke target juga pada kecepatan hipersonik,” kata Litovkin. 

Beberapa ahli militer memperkirakan bahwa rudal Rusia yang baru ini dapat membawa setidaknya enam kendaraan masuk kembali yang ditargetkan secara independen (MIRV). Mereka berpendapat bahwa rudal jarak menengah Oreshnik akan membutuhkan waktu yang sangat singkat untuk mencapai sasaran utama NATO di Eropa.

Menurut beberapa perkiraan, rudal ini dapat mencapai pangkalan rudal Aegis Ashore AS di Redzikowo, Polandia, dalam waktu antara delapan hingga 11 menit.

Amerika Serikat as berita internasional kekuatan militer kekuatan militer russia militer nato rudal oreshnik rudal oreshnik russia russia situasi politik luar negeri
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleResmi Dimulai 2 Januari 2025, Program Makan Bergizi Gratis Jadikan TNI Mitra Utama 
Next Article Jelang Pencoblosan Pilkada 2024, Generasi Z di Kota Tangsel Banyak Tak Miliki KTP-el
Irfan Kurniawan

Related Posts

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

13 April 2026

Lawan Krisis, Purbaya Pilih Guyur Insentif Ketimbang Ikuti Aturan IMF

7 April 2026

Ketegangan Global dan Krisis Energi Jadi ‘Bahan Bakar’ Penguatan Harga CPO 2026

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Ekonomi

KAI Siap Adopsi Solar Campur Sawit 50%, Dorong Kereta Api Rendah Emisi

By tintaotentik.co14 April 20260

TintaOtentik.Co – Sektor transportasi perkeretaapian bersiap menembus ambang baru dalam penggunaan energi bersih. Pemerintah menjadwalkan…

 

Warga Serpong Terrace Datangi DPRD, Julham Firdaus Soroti Drainase dan Tata Kelola Lingkungan

14 April 2026

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.