Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

    13 April 2026 No Comments

    Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

    13 April 2026 No Comments

    Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

    13 April 2026 No Comments

    Lelang Jabatan Kota Tangsel: Mukroni, Hadi Widodo, Dahlan, Hardi, Ika, Masuk Kategori Terbaik?

    13 April 2026 No Comments

    Buntut Meras Pejabat Baru Dilantik, Bupati Tulungagung di OTT KPK

    13 April 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Beranda » Hukum

RUU TNI Dinilai Bisa Menghadang Mafia Kartel dan Wujudkan Ketahanan Energi

0
By Irfan Kurniawan on 19 March 2025 Hukum, Internasional, Nasional

TintaOtentik.Co – RUU TNI dinilai dapat menghadapi mafia dan kartel yang selama ini menghambat terwujudnya ketahanan pangan atau ketahanan energi.

Hal tersebut dikatakan Mantan aktivis 98 dari Komite Aksi Rakyat Teritorial (KARAT), Bungas Fernando Duling menanggapi kencangnya isu pembahasan RUU TNI yang katanya mengarah kepada Dwi Fungsi TNI.

Nando menyatakan RUU TNI tidak akan bisa menjadi pintu masuk kembali dwifungsi.

Nando berpendapat dan yakin dengan hal tersebut, pertama pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad yang sudah menegaskan kalau dwifungsi TNI tidak akan terjadi kembali.

Kedua, Nando menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memainkan isu kembalinya dwifungsi.

Ia menerangkan, isu serupa sebelumnya juga pernah muncul beberapa kali di masa lalu dalam konteks yang berbeda.

“Di era SBY, di era Jokowi itu (isu dwifungsi) kan juga sempat muncul, tidak spesifik kepada Undang-Undang TNI, tapi Undang-Undang Pertahanan kalau tidak salah,” kata Nando, dalam keterangan yang diterima, Rabu, (19/3/2025).

Karena itulah ia melihat ada pihak-pihak yang berkepentingan di balik isu kembalinya dwifungsi.
Nando hanya menekankan, setiap kali ada proses terhadap penguatan TNI, isu tersebut kerap muncul.

Dan hal itu pula yang membuatnya yakin, isu tersebut diembuskan untuk melemahkan TNI, termasuk di tengah pembahasan RUU TNI.

“Saya khawatir malah, terus-menerus upaya terhadap pemberian kepastian undang-undang di dalam TNI, tapi selalu diidentifikasi ingin kembali pada dwifungsi ABRI, ini adalah wujud pelemahan TNI,” paparnya.

Selain itu, Nando berpandangan kemungkinan kembalinya dwifungsi TNI saat ini sangat kecil, bahkan bisa dibilang tidak ada.

Kenapa demikian lanjut Nando, pasca 1998, TNI sudah melakukan reformasi internal, salah satunya dengan menarik diri dari politik dan hal itu konsisten dijalani hingga kini.

Sementara itu, terkait dengan terbukanya peluang masuknya TNI aktif ke lembaga negara dan mengisi jabatan sipil, menurut Nando hal itu bisa mendukung pelaksanaan Astacita yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kemudian Nando katakan ada fungsi-fungsi TNI yang bisa dijalankan di dalam lembaga negara untuk memasksimalkan kinerja lembaga tersebut.

Ia mencontohkan, TNI bisa berperan dalam menghadapi mafia dan kartel yang selama ini menghambat terwujudnya ketahanan pangan atau ketahanan energi.

“Karena rakyat tidak mampu menghadapi mafia-mafia dan kartel-kartelnya kan kayak gitu,” tegasnya.

Karena itulah, menurut Nando, RUU TNI tidak hanya memperkuat internal TNI, namun juga akan memperkuat posisi TNI dalam memajukan bangsa.

RUU TNI akan memberikan payung hukum yang menjadi landasan agar TNI bisa memainkan fungsi strategisnya melalui keterlibatan di dalam lembaga negara.

“Negara tidak boleh kalah dengan kartel dan mafia, karena negara punya TNI,” pungkasnya.

Laporan: iwanpose

Bungas Fernando Duling Komite Aksi Rakyat Teritorial Mafia Kartel Nando 98 Nando KARAT Rancangan Undang undang TNI RUU TNI TintaOtentik.Co Undang undang TNI uu tni
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRPJMD Tangsel 2025-2029, Pilar: Kita Prioritaskan Program Ketahanan Lingkungan, Energi dan Pangan
Next Article Timnas Indonesia Takluk 1-5 dari Australia, Netizen Soroti Taktik dan Evaluasi Tim
Irfan Kurniawan

Related Posts

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

13 April 2026

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026

Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

13 April 2026

Lelang Jabatan Kota Tangsel: Mukroni, Hadi Widodo, Dahlan, Hardi, Ika, Masuk Kategori Terbaik?

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Politik

Kemhan Nyatakan Soal AS Minta Akses Lintasi Ruang Udara RI Belum Miliki Kekuatan Hukum

By tintaotentik.co13 April 20260

TintaOtentik.Co – Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan tengah melakukan diskusi intensif mengenai usulan…

 

Digarap OASA-BIPI, PSEL Tangsel Diharapkan Bisa Hasilkan Listrik 23,5 MW

13 April 2026

Prabowo ke Rusia, Pastikan Pasokan Energi Nasional hingga Lirik Teknologi Nuklir

13 April 2026

Lelang Jabatan Kota Tangsel: Mukroni, Hadi Widodo, Dahlan, Hardi, Ika, Masuk Kategori Terbaik?

13 April 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.