Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Listyo Sigit Cs Dijerat Pasal Berlapis UU KUHP dan ITE Atas Dugaan Penyadapan Presiden

    3 November 2026 No Comments

    Ratusan Botol Miras Hasil Razia Diduga Raib, Kasatpol PP Tangsel Belum Bisa Jawab

    3 November 2026 No Comments

    Di Tengah Isu Penyadapan Presiden, Kapolri Terbitkan Telegram Mutasi 264 Perwira

    3 November 2026 No Comments

    Pemerintah Janjikan 3 Juta Sertifikat Rumah Gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tahun 2027

    3 November 2026 No Comments

    RI Tegaskan Tolak Transit Ekspor SDA: Harus Langsung ke Tujuan!

    3 November 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Ekonomi»UMKM Keluhkan Biaya Admin E-commerce, Menteri Maman Siapkan Aturan Mengikat
UMKM Keluhkan Biaya Admin E-commerce, Menteri Maman Siapkan Aturan Mengikat (FOTO: Dok/Istimewa)

UMKM Keluhkan Biaya Admin E-commerce, Menteri Maman Siapkan Aturan Mengikat

0
By tintaotentik.co on 28 April 2026 Ekonomi, Nasional, Politik

TintaOtentik.Co – Gelombang protes para pelaku UMKM terkait beban biaya administrasi di platform belanja online yang kian mencekik akhirnya sampai ke telinga pemerintah.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa kanal komunikasi pribadinya kini dipenuhi keluhan para pedagang yang merasa daya saing mereka tergerus oleh kenaikan tarif platform digital.

Maman menyebut, curhatan para pelaku usaha mikro ini tidak hanya masuk melalui surat resmi, melainkan merambah hingga ke pesan singkat dan media sosial pribadinya.

“Keluhannya kan juga sudah lumayan banyak. Bahkan saya hampir dalam setiap DM Instagram, Facebook saya, WA saya, masuk semua keluhannya mengenai terus naiknya tarif yang diberikan kepada mikro dan kecil yang beraktivitas di e-commerce,” ungkap Maman saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).

Selama ini, biaya administrasi yang ditetapkan marketplace berkembang tanpa adanya standar atau batas atas yang diatur negara.

Menanggapi kekosongan regulasi tersebut, pemerintah kini tengah memacu penyusunan aturan baru yang melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Hukum, hingga Kemensetneg.

Maman menegaskan bahwa prioritas utama dari kebijakan ini adalah melindungi margin keuntungan dan daya saing UMKM di pasar digital yang kian kompetitif.

“Yang memang selama ini belum ada aturan yang mengatur itu. Sekarang ini, sedang dalam tahap sinkronisasi lintas kementerian, lintas sektoral. Poinnya secara substansi, kita hanya ingin memberikan dan memastikan perlindungan dan peningkatan daya saing UMKM yang beraktivitas di e-commerce, di pasar digital,” jelasnya.

Meski payung hukumnya, apakah berbentuk Peraturan Pemerintah (PP) atau Peraturan Menteri (Permen), masih difinalisasi, Maman memberikan jaminan bahwa regulasi ini akan memiliki “taring”.

Pemerintah tidak akan lagi mengandalkan skema imbauan atau insentif sukarela, melainkan aturan yang bersifat memaksa bagi seluruh pengelola platform.

Kendati demikian, Maman memastikan bahwa formulasi yang tengah disusun tetap akan mempertimbangkan keberlangsungan bisnis platform digital agar ekosistem niaga elektronik di Indonesia tetap kondusif.

“Tapi yang terpenting yang bisa saya pastikan bahwa aturan ini sifatnya mutlak, berlaku karena payung hukumnya kita siapkan. Jadi, bukan lagi berupa insentif, bla bla bla apa segala macam, mengikat. Tanpa harus mengesampingkan dan menjaga ekosistem platformnya juga. Ini kita sedang cari formulasi terbaik,” pungkas Maman.

Laporan: Tim

Ekonomi Digital Indonesia Kementerian Perdagangan Kementerian UMKM Marketplace Menteri Maman UMKM Ngeluh Biaya Admin E-commerce Menteri UMKM Maman Abdurrahman Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perlindungan UMKM TintaOtentik TintaOtentik.Co UMKM Digital UMKM Keluhkan Biaya Admin E-commerce Pemerintah Siapkan Aturan Mengikat UMKM Ngeluh Biaya Admin E-commerce
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleMentan Berencana Gelontorkan Rp20 Triliun Rebut Industri Ayam dari Korporasi Raksasa!
Next Article Dewan Demokrat Soroti Tangsel Darurat Perizinan Bangunan Bermasalah
tintaotentik.co
  • Website

Related Posts

Listyo Sigit Cs Dijerat Pasal Berlapis UU KUHP dan ITE Atas Dugaan Penyadapan Presiden

3 November 2026

Ratusan Botol Miras Hasil Razia Diduga Raib, Kasatpol PP Tangsel Belum Bisa Jawab

3 November 2026

Di Tengah Isu Penyadapan Presiden, Kapolri Terbitkan Telegram Mutasi 264 Perwira

3 November 2026

Pemerintah Janjikan 3 Juta Sertifikat Rumah Gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tahun 2027

3 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Hukum

Listyo Sigit Cs Dijerat Pasal Berlapis UU KUHP dan ITE Atas Dugaan Penyadapan Presiden

By tintaotentik.co3 November 20260

TintaOtentik.co – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri secara resmi menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal…

Ratusan Botol Miras Hasil Razia Diduga Raib, Kasatpol PP Tangsel Belum Bisa Jawab

3 November 2026

Di Tengah Isu Penyadapan Presiden, Kapolri Terbitkan Telegram Mutasi 264 Perwira

3 November 2026

Pemerintah Janjikan 3 Juta Sertifikat Rumah Gratis untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah Tahun 2027

3 November 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.