TintaOtentik.co — Pemerintah bergerak cepat meredam isu miring terkait pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa narasi yang menyebut keberadaan koperasi akan menggusur warung kelontong milik warga adalah informasi bohong alias hoaks.
Zulhas meluruskan bahwa KDMP dirancang bukan sebagai pesaing ritel atau unit usaha masyarakat desa.
Koperasi tersebut justru diposisikan sebagai jembatan logistik strategis untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi, menyerap hasil tani lokal (offtaker), serta mengalirkan bantuan pemerintah secara presisi.
“Tidak benar kalau ada isu warung-warung akan ditutup. Itu hoax yang sangat jahat. Tujuannya hanya ingin membuat masyarakat ribut,” kata Zulhas usai membuka Seminar Nasional KDKMP di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (4/4/2026).
Lebih lanjut, Menko Pangan menerangkan bahwa keberadaan KDMP ditargetkan menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi pedesaan guna mengikis angka kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja massal.
“Kita ingin terus berbuat baik agar kemiskinan berkurang, ekonomi desa bisa tumbuh, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.
Koperasi ini disiapkan sebagai wadah terpadu untuk menyokong berbagai program kerakyatan dari tingkat desa hingga kawasan pesisir.
“Semua nanti akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Kelurahan Merah Putih, maupun Koperasi Nelayan Merah Putih. Jadi ini bukan supermarket,” kata Zulhas.
Jauh dari kesan mematikan pedagang kecil, hadirnya koperasi ini justru memberi panggung bagi pemilik warung kelontong untuk memperluas jangkauan pasarnya.
“Malah warung kelontong bisa menitipkan barangnya. Kalau ingin memasarkan produk ke seluruh Indonesia, juga bisa melalui Koperasi Desa. Karena sekali lagi, koperasi ini bukan warung dan bukan supermarket,” lanjut Zulhas.
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, proyek koperasi desa berskala nasional ini diperkirakan mampu menyerap ratusan ribu SDM di daerah.
“Koperasi ini akan menciptakan lapangan kerja. Koperasi dibangun secara besar-besaran agar dapat menyerap tenaga kerja di desa. Kalau satu koperasi mempekerjakan enam atau tujuh orang saja, dikalikan sekitar 80 ribu desa, maka hampir setengah juta orang bisa bekerja,” terangnya.
Merespons gelombang disinformasi yang kian liar di media sosial, Mendes PDT Yandri Susanto turut melayangkan bantahan keras.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah memproses hukum para pembuat dan penyebar konten manipulatif berbasis AI tersebut.
“Walaupun ini sudah kami clarified, banyak beredar di media sosial katanya Pak Menko Pangan dan Pak Mendes ingin menutup warung-warung di desa. Itu hoax,” tegas Yandri di hadapan Zulhas.
“Itu berita bohong. Mereka membuat itu pakai AI, dan itu Pak Menko, kami sudah laporkan ke Mabes Polri. Ya, jadi ini tidak benar,” lanjutnya.
Yandri juga membantah rumor yang menyebutkan adanya batas radius larangan berdagang bagi toko kelontong di sekitar lokasi koperasi.
“Justru Pak Menko Pangan ini adalah pejuang rakyat kecil, pejuang UMKM dan tidak mungkin menutup warung-warung kecil yang ada di desa. Ada juga katanya radius 2 km tidak boleh ada pedagang kelontong, itu juga bohong dan hoax,” paparnya.
Ia mengimbau jajaran aparatur daerah dan masyarakat agar tidak gampang terprovokasi oleh narasi yang sengaja dihembuskan di media sosial.
“Jadi mohon para kepala desa, BPD, perangkat desa, semuanya yang ada di ruangan ini maupun yang ada di live streaming ini bahwa apa yang disampaikan oleh medsos yang pakai AI itu adalah bohong dan tidak berdasar,” jelas Yandri.
Target 35 Ribu Unit Tuntas di Akhir Agustus
Di luar isu miring tersebut, pemerintah fokus mengejar target pembangunan 35 ribu unit KDKMP yang ditargetkan rampung pada akhir Agustus. Kendala teknis seperti keterbatasan lahan di tingkat bawah dipastikan bakal dicarikan jalan keluar.
“Akhir Agustus ini 35 ribu, insyaallah. Kita Kemendes bersama Kemenko Pangan terus berkoordinasi terkait yang tadi masalah lahan yang kurang, luas lahan kurang 1.000 meter persegi, tetap akan dibangun, termasuk yang belum punya lahan kita akan cari solusinya,” ujar Yandri.
Setiap unit KDKMP nantinya juga dilengkapi dengan armada pendukung berupa satu unit truk dan dua motor listrik untuk memperlancar rantai distribusi.
“Memang bertahap, tidak sekaligus, tapi tahun ini sudah selesai 35 ribu akhir Agustus. Itu luar biasa, tidak lebih satu tahun sudah lebih 35 ribu lengkap dengan alat logistiknya, yaitu 1 truk dan 2 motor listrik,” paparnya.
