Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

    8 September 2026 No Comments

    HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

    8 September 2026 No Comments

    Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

    8 September 2026 No Comments

    Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

    8 September 2026 No Comments

    Dana Bencana Disiapkan Rp1 Triliun, Menkeu: Ada Permintaan, Bisa Ditambah

    8 September 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Olahraga»Timnas Indonesia Takluk 1-5 dari Australia, Netizen Soroti Taktik dan Evaluasi Tim

Timnas Indonesia Takluk 1-5 dari Australia, Netizen Soroti Taktik dan Evaluasi Tim

0
By Irfan Kurniawan on 20 March 2025 Olahraga, Sepakbola

TintaOtentik.co – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Australia dalam laga lanjutan kualifikasi putaran ketiga Piala Dunia 2026 Zona Asia. Bertandang ke Sydney Football Stadium pada Kamis, 20 Maret 2025, skuad Garuda kalah telak dengan skor 1-5 dari Socceroos. Hasil ini membuat Indonesia merosot di klasemen Grup C dengan raihan enam poin, sementara Australia tetap di posisi kedua dengan sepuluh poin.

Babak Pertama: Awal Sulit untuk Indonesia

Tim asuhan Patrick Kluivert memulai pertandingan dengan agresif. Peluang pertama hadir di menit ke-4 ketika sundulan Jay Idzes hampir menjebol gawang Australia, tetapi kiper lawan berhasil menepis bola.

Indonesia kemudian mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-6 setelah Rafael Struick dilanggar pemain Australia. Kevin Diks maju sebagai eksekutor, namun tendangannya hanya membentur tiang gawang. Skor tetap imbang 0-0.

Momentum berubah di menit ke-16 setelah Nathan Tjoe-A-On dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti. Martin Boyle sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo, membuat Australia unggul 1-0.

Hanya satu menit berselang, Nishan Velupillay menggandakan keunggulan Australia lewat serangan balik cepat. Tak berhenti di situ, pada menit ke-34 Jackson Irvine mencetak gol ketiga bagi Australia, membuat Indonesia tertinggal 0-3 hingga turun minum.

Babak Kedua: Upaya Indonesia, Australia Tetap Dominan

Mengawali babak kedua, Kluivert memasukkan Eliano Reijnders untuk menggantikan Rafael Struick demi meningkatkan daya serang. Indonesia mendapat peluang dari tendangan bebas Calvin Verdonk di menit ke-48, namun hanya membentur pemain lawan dan berujung sepak pojok.

Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Indonesia kembali kebobolan di menit ke-60. Kali ini, sundulan Lewis Miller memanfaatkan sepak pojok menambah keunggulan Australia menjadi 4-0.

Harapan Indonesia muncul di menit ke-77 ketika Ole Romeny mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4. Eliano Reijnders hampir menambah gol di menit ke-83, namun tendangannya masih bisa ditepis kiper Australia.

Namun, menjelang akhir laga, Jackson Irvine kembali mencetak gol pada menit ke-89, menutup kemenangan Australia dengan skor 5-1. Hingga wasit meniup peluit panjang setelah tambahan waktu tujuh menit, Indonesia gagal menambah gol.

Reaksi Netizen: Evaluasi Mental, Taktik, dan Pemain

Hasil buruk ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen menyoroti taktik yang diterapkan Kluivert dan membandingkannya dengan gaya permainan Shin Tae-yong (STY), mantan pelatih Timnas Indonesia.

“Jadi tahu kan alasan STY main relatif pasif/bertahan di GBK? Bahkan menurut Mintak salah satu laga dgn aksi bertahan yg baik (+ Paes). Ini karena dia tahu lawannya nunggu utk pertahanan terbuka. Makanya ga dikasih sama STY dgn main pasif biar tertutup rapat,” tulis akun @RuangTaktik, menyoroti perbedaan pendekatan strategi.

Di sisi lain, netizen lain menilai banyak aspek yang harus dievaluasi. “Jujur bingung mau salahin siapa, banyak yang harus dievaluasi. Mental, pelatih, taktik sampai pemain semua nggak sesuai rencana di match ini,” tulis akun @MySupperSoccer.

Beberapa komentar juga menilai taktik Kluivert kurang tepat menghadapi lawan sekelas Australia. “Kluivert ini kemarin dipilih berdasarkan apa sih? Lawan sekelas Australia bukannya hati-hati ngandelin counter malah berani taktik pressing,” ujar salah satu netizen.

Ada pula yang mengingatkan bahwa sepak bola bukan hanya soal menyerang. “Inilah mengapa sepakbola bukan cuma soal menyerang, tapi juga bertahan,” kata pundit @pangeransiahaan.

Meski kecewa, ada juga harapan agar Indonesia bisa bangkit di laga berikutnya. “Move on partai berikut. Semoga Bahrain, China, dan Arab dapat hasil yg masih memungkinkan Indonesia mengejar 3-4,” tulis seorang netizen.

Kekalahan ini tentu menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia, yang masih harus berjuang keras untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. Kluivert dan timnya kini dihadapkan pada tugas besar untuk memperbaiki strategi dan performa di pertandingan selanjutnya.

Australia Australia vs Indonesia indonesia Kualifikasi Piala Dunia 2026 kualifikasi piala dunia grup c zona asia peluang timnas indonesia di kualifikasi piala dunia 2026 piala dunia Timnas Timnas Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleRUU TNI Dinilai Bisa Menghadang Mafia Kartel dan Wujudkan Ketahanan Energi
Next Article Jumpa Pertama Dengan Fuji, Venna Melinda : Senang Dapat Teman Joget
Irfan Kurniawan

Related Posts

KONI Tangsel Berkomitmen Jaga Akuntabilitas Pengelolaan Dana Publik

3 September 2026

Diduga Ada Kekeliruan Administrasi, Anggaran Operasional KONI Tangsel Disorot Aparat Penegak Hukum?

1 September 2026

Finalisasi Venue Porprov Banten, Pemkot Tangsel: Insya Allah Sudah Mengerucut

3 August 2026

Miris! Atlet Bela Indonesia di Swedia Gagal Masuk SMA Negeri di Tangsel

22 July 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Gaya Hidup

Gelar FGD, Yayasan Syarif Hidayatullah Nyatakan Kepemilikan Lahan TKIP-SDIP Pamulang

By tintaotentik.co8 September 20260

TintaOtentik.Co – Pengurus Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) membeberkan bukti legalitas atas klaim tanah dan bangunan…

 

HIMAPOLINDO Gelar Rakernas 2026 di UMJ, Dorong Ekonomi Kerakyatan Sesuai Pasal 33 UUD 1945

8 September 2026

Belanja Barang dan Jasa Naik Rp159 Miliar, Fraksi PDIP Tangsel Pertanyakan Siapa Penerima Manfaatnya!

8 September 2026

Serap Aspirasi JKN, Dewas BPJS Kesehatan Tegaskan Layanan Harus Setara Tanpa Diskriminasi

8 September 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.