Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
logo-tintaotentik
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • NASIONAL

    Asas Amanat Pasal 33, Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak DPR Penuntasan 5 RUU Strategis

    27 August 2026 No Comments

    DPR Teken Janji Sahkan RUU Perampasan Aset: Tak Selesai 15 Desember, Siap Mundur!

    27 August 2026 No Comments

    Penuntasan 5 RUU Strategis Diminta Berorientasi Terhadap Perlindungan Hak Masyarakat dan Kepentingan Publik!

    27 August 2026 No Comments

    Unjuk Gigi Mata Uang Asia, Ringgit dan Rupiah Perkasa Tekan Dolar AS

    26 August 2026 No Comments

    Pemeriksa Pajak Diduga Menerima Uang, KPK Terus Usut Aliran Dana Korupsi KPP Banjarmasin

    26 August 2026 No Comments
  • SEMUA
    • Artis Dan Entertainment
    • Ekonomi
    • Hiburan
    • Hukum
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Politik
    • Regional
    • Sosial Budaya
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • SEMUA
    • ARTIS DAN ENTERTAINMENT
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • HUKUM
    • NASIONAL
    • OLAHRAGA
    • REGIONAL
    • POLITIK
    • OPINI
    • SOSIAL BUDAYA
  • KONTAK KAMI
  • REDAKSI
  • Artis Dan Entertainment
  • Ekonomi
  • Hiburan
  • Hukum
  • Interior
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Sosial Budaya
Home»Opini»100 Hari Kerja Maesyal-Intan, Sepi Gebrakan, Ramai Pencitraan

100 Hari Kerja Maesyal-Intan, Sepi Gebrakan, Ramai Pencitraan

0
By Irfan Kurniawan on 3 June 2025 Opini, Regional

Artikel ini ditulis oleh Ahmad Priyatna Peneliti TRUTH

Seratus hari pertama biasanya menjadi panggung awal bagi para kepala daerah untuk menunjukkan arah, niat, dan nyali. Namun, di Kabupaten Tangerang, panggung itu justru dipenuhi senyap. Tak ada gebrakan, tak ada letupan ide besar yang ada hanya administrasi yang rapi, dan barangkali terlalu rapi untuk disebut progresif.

Pasangan Bupati Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah memang memulai dengan sederet program yang digadang-gadang sebagai “lompatan kemajuan” mulai dari digitalisasi layanan, peningkatan pendapatan daerah, pasar murah, hingga peluncuran lima program unggulan. Sayangnya, di balik gemerlap judul dan seremoni peluncuran, banyak hal yang justru luput dari sentuhan yaitu akar persoalan yang nyata di hadapan rakyat.

Kenaikan penerimaan pajak daerah sebesar 17 persen kerap dibanggakan. Digitalisasi sistem pembayaran disebut-sebut sebagai penyebabnya. Tapi pertanyaannya adalah setelah uangnya terkumpul, ke mana perginya? Transparansi pemanfaatan dana tersebut masih jauh panggang dari api. Rakyat belum bisa melihat apakah uang pajak mereka berubah menjadi jalan yang mulus, layanan kesehatan yang layak, atau hanya menguap dalam belanja rutin birokrasi lengkap dengan rapat-rapat dan honorarium yang berlipat.

Masalah yang lebih mendesak justru masih menganga yaitu kemiskinan, banjir, dan pengelolaan sampah. Ketiganya bukan isu baru, tapi tetap menjadi langganan tahunan yang tak pernah mendapat solusi tuntas. Kemiskinan tidak hanya soal kurangnya uang, tapi juga minimnya akses terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan dasar. Banjir yang tak kunjung usai mencerminkan carut-marut tata ruang dan buruknya sistem drainase. Sementara itu, sampah masih menjadi “pemandangan alam” di banyak titik kota diam di tempat, membusuk bersama janji-janji pembangunan.

Adapun lebih mengkhawatirkan, belum tampak tekad untuk membenahi jantung pemerintahan, reformasi birokrasi. Pelayanan publik masih berbelit, belanja daerah belum efisien, dan transparansi anggaran lebih sering jadi jargon daripada praktik. Padahal, dari sinilah semua perubahan seharusnya bermula. Tanpa ini, pembangunan hanya akan jadi panggung pertunjukan, bukan proses perbaikan.

Seratus hari Maesyal Intan berlalu tanpa konflik besar, tapi juga tanpa arah jelas. Mereka hadir sebagai pengelola status quo, bukan pengubah keadaan. Pemerintahan ini tampak sibuk menyusun laporan, tapi belum sempat menyentuh kenyataan. Jika arah kebijakan selanjutnya hanya mengulang parade simbolik dan rutinitas seremonial, maka Kabupaten Tangerang akan terus berjalan di tempat, indah di laporan muram di kenyataan. [***]

100 Hari Kerja Maesyal-Intan 100 Hari Kerja Maesyal-Intan Ramai Pencitraan 100 Hari Kinerja Maesyal-Intan Maesyal-Intan Sepi Gebrakan Peneliti TRUTH TintaOtentik.Co TRUTH
Share. Facebook Twitter WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleNaik Rp300 Ribu, Sri Mulyani: Bantuan Subsidi Upah Khusus Pekerja Bergaji Dibawah Rp3,5 Juta
Next Article Fasilitasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Sekda Tangsel: Semoga Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Irfan Kurniawan

Related Posts

DPR Teken Janji Sahkan RUU Perampasan Aset: Tak Selesai 15 Desember, Siap Mundur!

27 August 2026

Penuntasan 5 RUU Strategis Diminta Berorientasi Terhadap Perlindungan Hak Masyarakat dan Kepentingan Publik!

27 August 2026

Unjuk Gigi Mata Uang Asia, Ringgit dan Rupiah Perkasa Tekan Dolar AS

26 August 2026

Pemeriksa Pajak Diduga Menerima Uang, KPK Terus Usut Aliran Dana Korupsi KPP Banjarmasin

26 August 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Social Media
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Baca Juga
Nasional

Asas Amanat Pasal 33, Aliansi Mahasiswa Menjawab Desak DPR Penuntasan 5 RUU Strategis

By tintaotentik.co27 August 20260

TintaOtentik.co – Gelombang aksi demo terhadap kinerja legislasi di DPR RI soal RUU Perampasan Aset…

 

DPR Teken Janji Sahkan RUU Perampasan Aset: Tak Selesai 15 Desember, Siap Mundur!

27 August 2026

Penuntasan 5 RUU Strategis Diminta Berorientasi Terhadap Perlindungan Hak Masyarakat dan Kepentingan Publik!

27 August 2026

Unjuk Gigi Mata Uang Asia, Ringgit dan Rupiah Perkasa Tekan Dolar AS

26 August 2026
logo-tintaotentik
Facebook-f X-twitter Instagram Youtube
  • HOME
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • KONTAK KAMI

Copyright @ 2024 Tintaotentik. All right reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.